Berita

Protes anti penjualan gading/Xinhua

Global

Hong Kong Larang Penjualan Gading Dalam Negeri

KAMIS, 01 FEBRUARI 2018 | 12:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Hong Kong memutuskan untuk melarang penjualan gading domestik pekan ini (Rabu, 31/1). Larangan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap, dengan pelarangan penuh penjualan pada tahun 2021 mendatang.

Keputusan tersebut muncul setelah larangan penjualan domestik serupa mulai berlaku di China pada 1 Januari 2018.

Penjualan gading internasional sendiri diketahui telah dilarang sejak 1989 ketika Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan Flora Liar (CITES) mulai berlaku.


Namun China merupakan negara yang tetap membiarkan penjualan gading dalam negeri terjadi. Negara ini telah menjadi salah satu pasar terbesar di dunia untuk gading Afrika.

Namun tekanan oleh masyarakat internasional dan LSM selama bertahun-tahun pada akhirnya menyebabkan negara tersebut memberikan suara untuk melarang penjualan gading secara penuh per awal tahun ini.

Kini, Hong Kong mengikuti jejak China untuk melarang penjualan tersebut.

Direktur senior advokasi untuk World Wildlife Fund (WWF) Jan Vertefeuille mengatakan bahwa saat ini tiga pasar gading terbesar dunia adalah Amerika Serikat, China dan Hong Kong. Namun ketiganya telah berkomitmen untuk mengakhiri penjualan gading.

"Pemerintah lain harus segera mengikuti dan memastikan pedagang gading tidak punya tempat untuk menjual barang-barang mereka yang tidak terjangkau," katanya seperti dimuat Xinhua. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya