Berita

Ilustrasi/Net

Global

Dokumen Rahasia Negara Ditemukan Di Lemari Arsip Lama

RABU, 31 JANUARI 2018 | 14:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan dokumen yang bersifat "rahasia" dan "sangat rahasia"  ditemukan di dua lemari arsip terkunci yang dijual dalam penjualan eks-pemerintah di Canberra dan berlangsung hampir satu dekade yang lalu.

Dimuat The Guardian, dokumen-dokumen tersebut, yang telah dijuluki ABC The Cabinet Files diperoleh pihak media ABC dan memicu perdebatan soal pelanggaran keamanan nasional.

Departemen Perdana Menteri dan Kabinet pada hari Rabu (31/1)  mengumumkan sebuah penyelidikan mendesak mengenai kebocoran dokumen tersebut.


Hampir semua file yang ditemukan itu diklasifikasikan, beberapa sebagai "rahasia" atau "AUSTEO", yang berarti hanya dilihat oleh mata Australia saja.

Dokumen tersebut berisi informasi mendetail mengenai sejumlah pelanggaran keamanan termasuk hasil audit yang menunjukkan bahwa polisi federal Australia kehilangan hampir 400 file keamanan nasional antara tahun 2008 dan 2013.

Dokumen-dokumen yang ditemukan berasal dari kabinet komite keamanan nasional yang mengendalikan agenda keamanan, intelijen dan pertahanan Australia.

Berkas-berkas tersebut juga mengungkapkan bahwa hampir 200 dokumen rahasia yang dilindungi undang-undang dan dokumen rahasia ditinggalkan di kantor menteri Penny Wong ketika Partai Buruh kalah dalam pemilihan 2013. 195 dokumen tersebut mencakup rencana untuk melindungi Uni Emirat Arab dari permusuhan Iran, keamanan nasional, pembaruan perang Afghanistan, intelijen di tetangga Australia, profil tersangka terorisme dan isu seputar operasi pasukan pertahanan Australia di Afghanistan. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya