Berita

Trump/Net

Dunia

Trump Singgung Kesepakatan Nuklir Iran Di Pidato Kenegaraan Perdana

RABU, 31 JANUARI 2018 | 13:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya di hadapan Kongres gabungan pada Selasa (30/1).

Dia membahas sejumlah isu yang mencakup berbagai isu, mulai dari kesepakatan nuklir Iran, pemotongan pajak reformasi terhadap kebijakan imigrasi serta perang melawan terorisme.

Dalam pidato perdananya untuk persatuan nasional tersebut, Trump tampak berdiri di atas podium sebelum anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat menguraikan kebijakannya selama setahun terakhir.


Trump memulai pidatonya dengan mengucapkan selamat kepada anggota pemerintahannya atas usaha mereka untuk membuat orang Amerika hebat lagi untuk semua orang Amerika. Dia mendapatkan tepuk tangan meriah dari Partai Republik sementara Demokrat tetap berada di tempat duduk mereka.

Trump mengawali pidato dengan mengulangi tuduhan sebelumnya mengenai kekurangan mendasar dalam kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia. Dia kembali mencela kesepakatan tersebut dan menilainya sebagai kesepakatan yang mengerikan.

Trump dalam kesempatan tersebut meminta kongres untuk mengtasi kelemahan mendasar dalam kesepakatan Iran yang mengerikan.

Dia juga memuji pemrotes di Iran yang disebutnya sebagai gerakan yang bangkit melawan kejahatan kediktatoran yang korup.

"Ketika rakyat Iran bangkit melawan kejahatan kediktatoran korup mereka, saya tidak tinggal diam," kata Trump seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya