Berita

Boediono/Net

Bisnis

Eks Menkeu & Ekonom Kumpul Bentuk Biro Ekonomi Riset

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 10:34 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sejumlah bekas men­teri, ekonom senior, mem­bentuk Biro Ekonomi dan Riset (Indonesia Bureau of Economic Research/IBER) sebagai wadah riset dan kajian strategis untuk men­dukung kebijakan publik Indonesia.

"Saya harap IBER bisa menjadi wajah untuk meningkatkan kapasi­tas riset ekonomi berba­sis pengujian konsep dan empiris dan memberi masu­kan kepada pengambil ke­bijakan ekonomi," kata Wakil Presiden Indonesia 2009-2014 sekaligus Ketua Dewan Pembina IBER, Boediono dalam pelun­curan IBER di Jakarta, kemarin.

Menurut Boediono, IBER dibentuk dalam rangka memberi dukungan ter­hadap otoritas kebijakan dan pelaku ekonomi da­lam menghadapi semakin tingginya risiko pereko­nomian Indonesia dalam menghadapi situasi global ke depan.


Selain itu, kata Boe­diono, IBER merupakan perwakilan jaringan dari para ekonom untuk mem­bangun platform inovatif dalam analisis kebijakan publik yang didukung 13 institusi dari fakultas ekonomi perguruan tinggi maupun institusi riset.

Institusi tersebut antara lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, FEB Uni­versitas Gadjah Mada, FEB Universitas Padjad­jaran, FEBUniversitas Diponegoro, FEB Uni­versitas Brawijaya, FEB Universitas Hasanuddin, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Per­tanian Bogor.

Kemudian, Sekolah Bis­nis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung, Fakultas Ekonomi Univer­sitas Andalas, SMERU Research Institute, Centre for Strategic and Inter­national Studies (CSIS), Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengeta­huan Indonesia (LIPI), dan Survey Meter.

Sementara itu, Anggota Dewan Pembina IBER ter­diri dari Emil Salim, Armida Alisjahbana, Iwan Jaya Azis, Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, dan Sudarno Sumarto.

Dekan FEB UI Ari Kun­coro mengatakan, IBER ditujukan untuk menjadi jaringan para ekonom terutama peneliti muda yang berkeinginan melaku­kan riset secara independen dan relevan untuk kebi­jakan ekonomi.

"IBER akan bermitra den­gan pemerintah, antara lain Kementerian Keuangan, Bappenas, Kementerian Perdagangan, dan BPS," katanya. *** 

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya