Berita

Foto: @pramonoanung

Politik

Di Pakistan, Jokowi Dihormati Seperti Soekarno

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 08:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Usai bertemu dengan warga negara Indonesia (WNI) di Pakistan, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara langsung menuju National Assembly of Pakistan, pada Jumat malam waktu setempat (26/1).

Presiden Jokowi disambut oleh Perdana Menteri Republik Islam Pakistan, Shahid Khaqan Abbasi, serta Ketua Senat dan Ketua Majelis Nasional Pakistan.

Lewat akun twitternya (@pramonoanung), Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung, mempublikasikan kegiatan Jokowi tersebut.


Politikus PDI Perjuangan itu memposting foto-foto presiden saat berpidato di hadapan anggota Parlemen Pakistan, dan mengungkapkan bahwa Jokowi mendapat kehormatan layaknya Presiden pertama RI, Soekarno.

"Presiden @jokowi mendapatkan kehormatan tertinggi dr Parlemen Pakistan, dgn berpidato dihadapan anggota DPR dan Senator Pakistan. Pidato tsb, pidato kedua setelah Presiden Sukarno tahun 1963," tulis Pramono.

Ia menambahkan bahwa pidato Jokowi berisi pandangan-pandangannya tentang Islam yang toleran.

"Presiden @jokowi menyampaikan pandangannya tentang Islam yg toleran, modern dan ramah," lanjut Pramono.

Diberitakan situs resmi Setkab, Presiden Jokowi kemudian melakukan pertemuan dengan PM Pakistan serta anggota Senat dan Majelis Nasional Pakistan di National Assembly.

Setelah pertemuan tersebut, Presiden Jokowi dan Ibu Negara disambut dengan jamuan kenegaraan oleh Presiden Republik Islam Pakistan, Mamnoon Hussain dan istri, di Aiwan-e-Sadr.

Jamuan kenegaraan yang berlangsung khidmat dan penuh persahabatan menjadi akhir dari rangkaian agenda hari pertama Jokowi di Pakistan.

Jokowi tiba di Islamabad, Pakistan, kemarin siang waktu setempat, setelah lawatannya ke Sri Lanka dan India. Sebelum berbicara di Parlemen Pakistan, Jokowi lebih dulu bertemu dengan 300 WNI di Pakistan, di Shamandan Hall, Hotel Serena, Islamabad.

Hari ini, Jokowi dijadwalkan terbang ke Bangladesh. Salah satu agenda kerjannya di sana adalah menemui para pengungsi Rohingya. [ald]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya