Berita

Presiden Jokowi dan Ibu Negara di Islamabad/Setkab

Politik

Jokowi Ingin Lebih Dekat Dengan Asia Selatan

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 07:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setelah lawatan ke Sri Lanka dan India, kemarin, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Widodo sudah mendarat di Pangkalan Udara Nur Khan, Islamabad, Pakistan.

Kedatangan Presiden dan Ibu Negara disambut oleh Presiden Republik Islam Pakistan, Mamnoon Hussain, bersama istrinya; Menteri Energi Federal Pakistan, Awais Laghari; Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Mohammad Aqil Nadeem; serta Atase Pertahanan Republik Indonesia di Islamabad, Putut Witjaksono.

Selama di Pakistan, Jokowi beserta rombongan menginap di Hotel Serena, Islamabad. Beberapa agenda yang akan dilaksanakan oleh Jokowi adalah pertemuan dengan masyarakat Indonesia (WNI) di Pakistan, pertemuan dengan parlemen, dan pertemuan bilateral terkait peningkatan kerja sama ekonomi.


Seperti diberitakan situs resmi Setkab, Jokowi menjelaskan tujuan kunjungannya ke negara-negara di kawasan Asia Selatan tidak lepas dari predikat Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang memberi keseimbangan. Saat ini, Indonesia sudah sangat dekat dengan beberapa negara Timur Tengah seperti Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait.

"Kita juga ingin lebih dekat lagi dengan Pakistan, Bangladesh, karena ini merupakan sebuah kekuatan politik negara kita," kata Presiden Jokowi saat bertemu WNI di Shamandan Hall, Hotel Serena, Islamabad, Jumat sore.

Kepada WNI di Pakistan juga Jokowi mengakui bahwa pemerintahannya masih fokus pada pembangunan infrastruktur yang sudah tertinggal dari negara tetangga. Namun, setelah hal itu selesai, pemerintah akan fokus pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Pertemuan tersebut dihadiri 300 WNI, yang terdiri dari 80 orang dari keluarga staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad, 33 WNI di Rawalpindi, 86 WNI di Lahore, dan 101 mahasiswa Indonesia.

Para pejabat negara yang mendampingi Jokowi di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution; Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi; Sekretaris Kabinet, Pramono Anung; Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita; dan Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki. [ald]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya