Berita

Politik

Bantuan Kemanusiaan RI Untuk Rohingya Tiba Di Bangladesh

KAMIS, 25 JANUARI 2018 | 16:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bantuan kemanusiaan Pemerintah RI telah tiba di Bandar Udara Internasional Hazrat Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh, Kamis siang (25/1).

Pengiriman bantuan melalui pesawat Hercules yang bertolak dari Bandara Udara Iskandar Muda, Banda Aceh ini mendapatkan dukungan dari TNI AU yang dipimpin oleh Marsekal Muda Anang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulisnya mengatakan, selanjutnya bantuan akan disalurkan melalui jalur darat menuju Cox's Bazar yang berjarak 157 km dari Chittagong.


Perwakilan Kedutaan Besar Indonesia Md. Sirajul Islam menerima kedatangan tim kemanusiaan yang dikawal oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kedutaan Besar Indonesia di Dhaka sangat membantu dalam memfasilitasi pengiriman bantuan hingga dikirimkan ke Cox's Bazar.

Bantuan kemanusiaan yang diberikan terdiri dari 12 jenis seperti makanan tambahan gizi bayi dan ibu hamil, peralatan sekolah, lampu darurat dan family kits. Bantuan dengan total 10,43 ton akan didistribusikan oleh organisasi mitra dari pemerintah setempat.

"Sementara itu Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan untuk memberikan bantuan kepada pengungsi warga Rakhine di Cox's Bazar, wilayah yang berbatasan dengan Myanmar," ujar Sutopo.

Pengiriman bantuan kemanusiaan ini merupakan kali kedua bagi para pengungsi Rakhine yang masih tinggal di Bangladesh. Bantuan kemanusiaan yang diberikan menunjukkan bahwa Pemerintah RI konsisten terhadap permasalahan kemanusiaan dan perdamaian, khususnya yang dialami para pengungsi dari Rakhine, Myanmar.

Sejak krisis kemanusiaan terjadi di wilayah Rakhine, Myanmar pada Agustus tahun lalu, sekitar 655.000 warga etnis Rohingnya mengungsi keluar wilayah hingga Bangladesh. Mereka tersebar di sejumlah pos pengungsian di Bangladesh. Konsentrasi terbesar pengungsian berada di Cox's Bazar. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya