Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Impor, Impor Dan Impor

RABU, 24 JANUARI 2018 | 09:25 WIB

SEJAK awal pemerintahannya, Presiden Jokowi selalu menggelorakan tagline kerja, kerja dan kerja. Bahkan kabinetnya pun diberi label Kabinet Kerja. Mungkin maksudnya agar para anggota kabinet memiliki gelora kerja yang berkobar-kobar.

Namun akhir-akhir ini, tagline dan semangat tersebut makin terkubur oleh derasnya pemberitaan soal impor. Saat ini komoditas yang akan diimpor adalah beras, garam dan daging kerbau. Sebelumnya pemerintah juga pernah mengimpor cangkul.

Jokowi yang di masa kampanye Pilpres 2014 berjanji tidak akan mengimpor beras ternyata mengingkarinya. Tak tanggung-tanggung pemerintahan Jokowi akan mengimpor 500.000 ton beras senilai Rp. 3,6 triliun. Beras impor akan didatangkan dari Thailand, Vietnam dan Pakistan.


Keputusan impor yang hampir bersamaan dengan datangnya musim panen raya tentu akan menyengsarakan petani. Penolakan impor beras sudah disuarakan berbagai pihak, namun pemerintah tidak menggubrisnya dan akan tetap mengimpor beras.

Pemerintah juga berencana mengimpor garam sebanyak 3,7 juta ton. Impor garam sebanyak itu selain menyengsarakan petambak garam juga mengundang keprihatinan sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua dunia ternyata tidak sanggup memenuhi kebutuhan garam.

Selain beras dan garam, pemerintah juga sudah memutuskan mengimpor 100 ribu ton daging kerbau dari India. Impor ini ditentang peternak sapi dan kerbau karena bisa merugikan peternak dalam negeri.

Derasnya impor berbagai komoditas tentu saja membingungkan rakyat karena sangat kontradikrif dengan semangat kerja, kerja, dan kerja yang pernah digelorakan. Terlalu mudahnya pemerintah membuka kran impor membuktikan tidak ada semangat kerja dari Kabinet Kerja.

Bisa jadi tagline kerja, kerja, dan kerja sudah berubah menjadi  impor, impor dan impor. Dan tentu saja rakyat lah yang paling disengsarakan akibat kebijakan impor.[***]


Moh. Nizar Zahro
Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

UPDATE

Uang Tunai Rp476 Miliar, Emas Batangan, Dokumen dan Foto Keluarga Disita dari Rumah di Sentul

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:24

Beredar Kabar Mantan Sekjen MPR Maruf Cahyono Hari Ini Ditahan

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:11

ASN PPPK Layak Peroleh Jaminan Pensiun

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:09

Koruptor Berkedok Penegak Hukum Pengkhianat Terbesar Bangsa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:07

Tanya Seputar Jaksa

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:00

Respons Santai Usulan Jawa Barat jadi Tatar Sunda, DPR: Fokus Kerja Sajalah!

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:57

MPR dan MK Sepakat Tak Saling Intervensi Kewenangan Lembaga

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:41

Masih Digodok DPR, Publik Diminta Tak Khawatir Usulan Kenaikan BPIH 2027

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:31

KPK Sita 12 Ribu Dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:22

Selengkapnya