Berita

Foto/Net

Bisnis

Garuda Indonesia Janji Tingkatkan Kinerja Di 2018

Ketepatan Terbang Masih Di Bawah Target
RABU, 24 JANUARI 2018 | 08:46 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berjanji bakal meningkat­kan kinerja agar target angka ketepatan waktu terbang atau on time performance (OTP) di Ta­hun 2018 bisa lebih baik lagi.

Garuda Indonesia mencatatkan angka ketepatan waktu terbang atau on time performance (OTP) sepanjang 2017 hanya 86,4 persen. Angka ini diakui manajemen tidak sesuai target yang di kisaran angka 90 persen. Garuda Indone­sia beralasan, tak maksimalnya OTP tersebut lebih banyak karena insiden Gunung Agung di Bali.

"Pada akhir tahun kita meng­hadapi kejadian erupsi Gunung Agung yang menjadikan rotasi pe­sawat Garuda Indonesia jadi ber­dampak pada performance kami," tutur Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indo­nesia Helmi Imam Satriyono di Jakarta, kemarin.


Meski begitu, Helmi menegaskan, akan lebih baik di Tahun 2018. Tahun ini, manajemen menargetkan OTP meningkat drastis di angka 91 persen. Upaya tersebut bisa tercapai dengan berbagai perbaikan pelayanan yang dijanjikan perusahaan.

Dalam pelaksanaannya, se­bagai maskapai bintang lima, Garuda juga akan meningkatkan kualitas kemanan dan keselama­tan penerbangan.

Tidak hanya itu, demi me­ingkatkan kinerja perusahaan. Helmi mengaku, utilitas pesa­wat Garuda Indonesia juga bakal diatur dan ditingkatkan, tanpa mengurangi aspek keselamatan penerbangan.

"Utilitas pesawat kita juga akan diperbaiki, tahun lalu itu setiap pesawatnya 9 jam 36 menit dan tahun 2016 8 jam 50 menit. Sementara tahun ini kita tingkat­kan menjadi 10 jam," katanya.

Layani Denpasar-Xi'an

Maskapai nasional Garu­da Indonesia segera melayani penerbangan berjadwal rute Denpasar-Zhengzhou dan Den­pasar-Xi'an pulang pergi (PP) yang akan resmi beroperasi pada akhir Januari 2018.

Dibukanya rute penerbangan ke Tiongkok tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jaringan penerbangan dan meningkatkan pangsa pasar dari Tiongkok se­jalan dengan peningkatan trafik kunjungan wisman Tiongkok ke Indonesia.

"Membuka Tahun 2018 ini, kami akan mengoperasikan dua rute internasional ke Tiongkok tujuan Xi'an dan Zhengzhou dari Denpasar. Dibukanya layanan penerbangan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutkan perusahaan dalam memaksi­malkan potensi pasar Tiongkok yang semakin menjanjikan," kata Direktur Kargo Garuda In­donesia, Sigit Muhartono, yang membawahi pengembangan rute internasional Garuda Indonesia, Sabtu (6/1/2018).

Dia menuturkan, pasar Tiongkok semakin berperan penting dalam pasar internasional Garuda Indonesia. Dengan tingkat kun­jungan wisatawan internasional dari Tiongkok yang mencapai 120 juta per tahun di seluruh dunia, Garuda Indonesia optimis­tis dapat memaksimalkan potensi pasar tersebut, khususnya melalui pembukaan rute Denpasar-Xi'an dan Denpasar-Zhengzhou ini.

"Pembukaan dua rute interna­sional pada awal tahun ini sekali­gus menggambarkan optimisme perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhan market sharenya. Saat ini market share Garuda Indonesia pada rute Indonesia-Tiongkok berada di kisaran 35 persen," tutur Sigit.

Momentum beroperasinya rute baru penerbangan ke Tiongkok ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan Garuda Indonesia ter­hadap upaya peningkatan trafik pariwisata Bali yang sebelum­nya sempat terdampak aktivitas erupsi Gunung Agung.

Lebih lanjut Sigit mengung­kapkan, Tiongkok saat ini meru­pakan pasar utama pariwisata Indonesia. Pemerintah telah menargetkan tingkat kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indone­sia dapat menyentuh angka 10 juta wisatawan pada 2019.

"Komitmen tersebut tentu menjadi potensi market yang akan terus kami kembangkan," ucap Sigit. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya