Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Pantangan Orang Tua Bagi Anak Penderita Alergi Berpotensi Menurunkan Nutrisi

RABU, 24 JANUARI 2018 | 01:47 WIB | LAPORAN:

Guru Besar Tetap Dalam Bidang Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Prof Dr dr Zakiudin Munasir SpA(K) mengungkapkan, pantangan atau diet yang ibu lakukan bagi anak penderita alergi akan berdampak pada kekurangan nutrisi pada buah hatinya.

Pernyataan ini disampaikan Prof. Zakiudin saat dikukuhkan sebagai Guru Besar UI yang baru. Prof Zakiudin Munasir menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Alergi Makanan pada Anak di Indonesia dan Permasalahannya, Antara Mitos dan Fakta".

Menurutnya banyak sekali makanan bergizi tinggi yang dianggap sebagai salah satu pencetus alergi makanan pada anak, seperti susu sapi, telur, ikan, dan kacang-kacangan.


Semakin banyak pantangan atau diet yang diterapkan ibu kepada anak penderita alergi makanan, maka akan menyebabkan anak mengalami gagal tumbuh atau tumbuh dalam keadaan kekurangan nutrisi.

Padahal, sambung Prof. Zakiudin pencentus alergi seseorang hanya bisa diukur secara akurat jika sudah melalui uji tusuk kulit (skin prick test) dan pemeriksaan Imunoglobulin E (IgE) spesifik dalam serum.

Pemakaian metode lain yang belum terbukti secara klinis dapat menyebabkan edukasi penghindaran makanan atau tata laksana alergi makanan yang salah.

"Kalau si anak sedari kecil sudah dilarang memakan makanan-makanan ini, pasti kedepannya mereka akan mengalami kekurangan gizi," ujar Prof. Zakiudin dalam keterangan tertulis, Selasa (23/1)

Lebih lanjut, Prof. Zakiudin juga merekomendasikan beberapa metode pencegahan alergi makanan pada anak yang sudah terbukti, antara lain, pemberian Air Sussu Ibu (ASI) ekslusif, pemberian makanan padat usia 4-6 bulan secara bertahap yang diberi jarak 2-3 hari sambil tetap memberikan ASI. Selain itu juga melakukan penghindaran asap rokok pada masa kehamilan dan tumbuh kembang anak.

Prof. Zakiudin Munasir merupakan salah satu Guru Besar Tetap Dalam Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia yang telah dikukuhkan pada Jumat (12/1). Selain dr. Zakiudin, UI juga mengukuhkan Prof Dr dr Rini Sekartini SpA(K) sebagai  uru Besar Tetap Dalam Bidang Ilmu Kesehatan Anak.

Dalam pidato pengukuhan berjudul "Pediatri Sosial Pendekatan Holistik Komprehensif dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang dan Kualitas Hidup Anak: Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi", Prof. Rini menyampaikan pentingnya peranan pendekatan pediatri sosial dalam meningkatkan standar kesehatan suatu negara, terutama masalah kesehatan anak.

"Pediatri sosial adalah sebuah upaya menjaga kesehatan anak yang tidak hanya berfokus pada mengobati/kuratif tetapi juga mencegah/preventif dengan melibatkan tidak hanya rumah sakit, namun semua unsur penunjang kesehatan seperti keluarga, lingkungan dan sekolah," jelasnya.

Konsep "From hospital to community" atau sebaliknya "From community to hospital" menjadi konsep dasar dari pendekatan ini. Lingkup pediatri sosial meliputi beberapa aspek keahlian yang sangat luas, seperti pediatri komunitas, pediatri perilaku, pediatri perkembangan, pediatri sosial, promosi kesehatan, sampai ke aspek perlindungan dan advokasi anak.

Dalam melakukan pendekatan ini, peranan data primer dalam komunitas akan sangat penting, sehingga kebijakan kesehatan anak yang dikeluarkan tidak bersifat top-down. Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak industri juga diperlukan agar pediatri sosial dapat berjalan secara efektif dalam menangani masalah kesehatan anak. [nes]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya