Berita

Foto/Net

Pertahanan

Teroris Dan Alutsista Jadi Topik Pembicaran Ryamizard Dengan Mattis

SELASA, 23 JANUARI 2018 | 04:55 WIB | LAPORAN:

Pertemuan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu dengan Menhan Amerika Serikat (AS) James Mattis akan membicarakan masalah terorisme.

Menurut Ryamizard Indonesia dan AS memiliki pandangan yang sama terkait terorisme. Dengan adanya dialog dan saling memberi masukan aksi terorisme lintas negara bisa ditekan.

"Musuh kita satu, ya teroris itu. Dengan banyak mata, kita bisa pastikan di mana tempat mereka," ujar Ryamizard di kantornya, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (22/1).


Selain isu terorisme, masalah alat utama sistem pertahanan (Alutsista) juga bakal dibahas dalam pertemuan yang akan berlangsung selama tiga hari.

Pembelian pesawat Hercules baru dari AS, diakui Ryamizard menjadi salah satu rencana yang masih dipertimbangkan.

"Mungkin Hercules yang baru itu ya, karena alutsista terbaru itu perlu kita beli, walaupun enggak banyak-banyak," ujar Ryamizard seperti diberitakan Antara.

Ia mengakui saat ini banyak pesawat angkut yang dimiliki TNI AU sudah berumur, sehingga perlu diganti dengan yang baru. Namun, menurut dia, rencana pembelian heli perlu didiskusikan dengan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

"Itu saya bicara dulu dengan Panglima. Kami hitung-hitung dulu dana," ujarnya.

Menhan AS James Mattis berkunjung ke Indonesia selama tiga hari pada 22-24 Januari 2018. Selain Menhan Ryamizard, James Mattis juga akan bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya