Berita

Menteri Enggar/net

Bisnis

Ketua Komisi IV DPR: Menteri Enggar Bahayakan Kedaulatan Pangan

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 21:35 WIB | LAPORAN:

Rencana impor beras oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sama saja sebagai upaya yang membahayakan program swasembada pangan nasional.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (22/1).

"Impor ini sangat berbahaya terhadap upaya pemerintah dalam membangun kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan," katanya.


Viva menilai rencana impor tersebut termasuk pelanggaran terhadap UU 18/2012 tentang pangan. Hal tersebut dikarenakan Kementerian Perdagangan belum mendapat rekomendasi dari Kementerian Pertanian sebagai otoritas bidang pangan.

"(Impor) itu harus mendapatkan rekomendasi, ini beras ketan tidak mendapatkan rekomendasi tetapi tetap keluar surat izin untuk melakukan impor beras ketan 50 ribu ton," jelasnya.

Ia juga mempertanyakan dari mana data yang dipakai Kemendag. Rencana impor tersebut bertentangan dengan data Kementan yang menyebut kondisi pangan utamanya beras masih dalam batas aman.

"Kalau kemudian (data Kementan) tidak diindahkan dan tidak menjadi rujukan resmi pemerintah, lalu rujukannya dari mana?," tanya Viva yang juga politisi PAN itu. [san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya