Berita

Drajat Sulistyo dan Rohidin Mersyah/Pelindo Bengkulu

Bisnis

Pelabuhan Baai Sudah Didaftarkan Ke Dewan Nasional KEK

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 08:58 WIB | LAPORAN:

Rencana pemerintah Bengkulu untuk menjadikan Pelabuhan Pulau Baai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) segera terealisasikan.

Belum lama ini, Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dengan didampingi GM PT. Pelindo II (Persero) Cabang Bengkulu Drajat Sulistyo mendaftarkan pembentukan KEK di Pelabuhan Pulau Baai ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus.

Drajat Sulistyo meyakinkan kepada Dewan KEK bahwa Pelabuhan Pulau Baai dapat menjadi penggerak perekonomian koridor barat dan meningkatkan perekonomian Provinsi Bengkulu.


"Melalui pengembangan yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Bengkulu dengan menjadikan Pelabuhan pulau Baai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan mampu mendukung kemajuan di Provinsi Bengkulu," ujar Drajat Sulistyo melalui rilis yang diterima redaksi.

Dalam pertemuan itu hadir Agus Fitrianto mewakili direksi PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero), Kepala Dinas Perhubungan Budi Jatmiko, Kepala BPPT Noni Yulesti, Kepala Dinas BPMTS Hendri Purwantrisno dan Karo Pembangunan Taufik Adun.

Sementara itu, Rohidin menyatakan bahwa pihaknya telah secara simultan melakukan kajian terhadap program strategis yang akan segera dimulai dari kawasan Pelabuhan Pulau Baai.

"Kawasan ekonomi khusus ini akan menjadi pemicu pertumbuhan perekonomian regional, melalui pengembangan Pelabuhan Pulau Baai," tambah Rohidin.

Rencana pengembangan Pelabuhan Pulau Baai sebagai penggerak perekonomian Indonesia koridor barat, sebagai kawasan industri telah mulai dengan peresmian pembangunan Terminal Curah Cair untuk CPO. Selain itu jugaa akan dibangun Terminal Curah Kering dan lahan Karantina Hewan di kawan tersebut.

"Sebagai perusahaan yang memegang peranan penting dalam industri kepelabuhanan, PT Pelindo II (Persero) Cabang Bengkulu sangat fokus dan siap untuk menjadi salah satu pihak utama dalam kemajuan dan perkembangan ekonomi di Provinsi Bengkulu," tegas Drajat.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya