Berita

PUPR

Bisnis

Jembatan Petuk Rampung, Konektivitas Kota Kupang Dan Sekitarnya Semakin Lancar

MINGGU, 21 JANUARI 2018 | 01:29 WIB | LAPORAN:

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus merampungkan berbagai proyek infrastruktur di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah Jembatan Petuk di Kecamatan Maulafa Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah rampung sejak Oktober 2017 lalu.

Jembatan sepanjang 337 meter ini menjadi jembatan terpanjang di NTT dan merupakan bagian dari jalan lingkar luar Kota Kupang yang pembangunannya bertujuan untuk memperlancar akses lalu lintas Kota Kupang ke Pelabuhan Tenau Kupang maupun ke sejumlah kabupaten di daratan Timor Barat yakni Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka.

Pembangunan Jembatan Petuk menggunakan anggaran tahun jamak sebesar RP 235 miliar tahun 2015 hingga 2017. Jembatan dengan tipe precast prestresed girder memiliki 5 pilar dengan tinggi 25-35 meter. Jembatan nantinya akan dihiasi dengan berbagai bentuk ornamen budaya lokal sehingga akan menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat NTT dan Kupang khususnya.


"Pembangunan jembatan disamping memperhatikan fungsinya, menjadi lebih bagus dengan mengakomodir ornamen budaya setempat." kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sabtu (20/1).

Jembatan bentang panjang lainnya yang tengah diselesaikan oleh Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga antara lain adalah Jembatan Holtekamp di Jayapura, Jembatan Teluk Kendari dan Jembatan Musi 4 di Palembang

Penggunaan ornamen budaya lokal juga diterapkan dalam pembangunan Jembatan Layang (fly over) Simpang Bandara-Tanjung Api Api, di Kota Palembang sepanjang 460 meter dengan menggunakan motif kain songket pada dinding jembatan layang. Pembangunan sudah dimulai sejak Juli 2016 dan ditargetkan rampung Mei 2018 mendatang.

Kehadiran jembatan layang ini sangat dinantikan karena akan mendukung kelancaran lalu lintas Kota Palembang yang akan menjadi tempat penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 bersama Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 159,5 miliar yang dibagi ke dalam tiga tahun anggaran. Tahun 2016 sebesar Rp 66,96 miliar untuk pekerjaan galian dan timbunan, pemasangan pondasi bored pile dan pekerjaan pile cap.

Tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp 80,004 miliar dengan pekerjaan pier, pier head, erection girder dan diafragma, serta pekerjaan plat lantai. Tahun 2018 anggarannya sebesar Rp 12,5 miliar untuk pekerjaan pengaspalan, pembangunan taman, pekerjaan ornamen dan penyelesaian akhir.

Jembatan layang ini memiliki lebar 17 meter dengan 4 lajur dua arah. Progres konstruksi hingga awal Januari 2018 sudah mencapai 90 persen. Beberapa pekerjaan yang juga sudah diselesaikan yakni pekerjaan lantai jembatan, ornamen pada girder, pengecatan,dan pemasangan penerangan jalan. [san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya