Berita

Nusantara

PILGUB JABAR

Sudrajat Kritik Demokrasi Yang Tidak Peduli Kecerdasan Pemilih

JUMAT, 19 JANUARI 2018 | 21:04 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Sudrajat, berpendapat masyarakat Indonesia harus lebih dulu dipastikan cerdas sebelum diizinkan memberi suara dalam sistem pemilihan langsung.

"Dalam sistem demokrasi di Indonesia, syarat orang untuk mengambil suatu keputusan politik yakni seseorang pergi ke TPS untuk memilih. Mengambil keputusan politik itu perlu kecerdasan," kata Sudrajat saat berdiskusi dengan pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Jalan Bekatonik, Kota Bandung, Jumat (19/1).

Padahal, lanjut dia seperti dikutip RMOL Jabar, tidak semua pemilih di Indonesia mempunyai kemampuan menentukan pilihan politik dengan baik. Akibatnya, pemilih mengambil keputusan politik memilih calon pemimpin tanpa memahami visi dan misi yang dicanangkan para calon. Sistem one men one vote tidak mempedulikan aspek kecerdasan.


"Misalnya di Amerika saja, perempuan ikut Pemilu baru tahun 1920. Begitupun di Inggris perempuan baru boleh masuk ke bilik suara itu tahun 1941 setelah sistem demokrasi berjalan jauh semuanya," ujar kandidat yang didukung Partai Gerindra, PKS dan PAN itu.

Hal itu berlaku di negara-nega tersebut karena dahulu  laki-laki dianggap lebih cerdas dibandingkan dengan perempuan, sehingga proses pemilu pun tidak langsung diikuti oleh perempuan karena faktor itu.

"Waktu itu perempuan itu adalah tidak lebih cerdas, kurang cerdas, tapi di Indonesia sekarang waktu kita pemilu, semua yang kurang cerdas dan tidak cerdas pun masuk ikut memilih," jelas mantan Dubes RI untuk Republik Rakyat China itu.

Dia melihat hal itu sebagai peluang praktik politik uang, atau politik pengumpulan suara dalam demokrasi Indonesia.

"Mudah-mudahan ke depan kita akan membangun sistem demokrasi yang ada di Indonesia," ucapnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya