Berita

Foto pasangan Turpin/BBC

Global

Ini Deretan Kekejaman Pasangan Turpin Pada 13 Anaknya

JUMAT, 19 JANUARI 2018 | 11:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Orang tua yang dituduh menahan 13 anak mereka di dalam rumah dengan kondisi mengerikan di California mengaku tidak bersalah.

Orangtua tersebut adalah pasangan David Turpin berusia 56 tahun dan Louise Turpin berusia 49 tahun. Mereka ditangkap setelah satu anak perempuan mereka berhasil kabur dari rumah dan melaporkan kepada polisi.

Polisi yang datang ke rumah kemudian menemukan 12 saudara kandung sang gadis dikurung dalam kondisi kotor dan beberapa di antaranya bahkan dirantai di tempat tidur. Mereka juga ditemukan dalam kondisi kekurangan gizi dan sangat kurus.


Anak-anak yang ditemukan berusia antara 2 dan 29. Mereka dirawat di rumah sakit sejak dibebaskan pada awal pekan ini.

Jaksa Wilayah Riverside County Mike Hestrin mengatakan bahwa pasangan tersebut telah menghukum anak mereka dengan cara mengikat mereka. Pertama menggunakan tali dan kemudian merantai mereka ke tempat tidur mereka gembok.

Jaksa mengatakan bahwa dugaan hukuman akan berlangsung beberapa minggu atau beberapa bulan, dan semakin intensif dari waktu ke waktu.

Jaksa mengatakan bukti tidak langsung menunjukkan bahwa anak-anak tersebut juga tidak dilepaskan dari rantai mereka untuk pergi ke toilet sehingga terpaksa buang air di tempat tidur mereka.

Dia merinci beberapa tuduhan mengerikan terhadap orang tua tersebut di sebuah konferensi pers pada hari Kamis (18/1), yakni anak-anak terbiasa sering dipukuli, termasuk pencekikan. Mereka juga hanya diperbolehkan mandi satu kali dalam satu tahun.

Selain itu, anak-anak tersebut biasa tetap terjaga sepanjang malam dan baru tidur jam empat atau lima di pagi hari dan tidur sepanjang siang. Mereka juga tidak diizinkan bermain dengan mainan apapun. Padahal di dalam rumah ditemukan banyak mainan, namun masih dalma kondisi utuh di dalam bungkusnya.

Jika anak-anak melakukan kesalah kecil seperti mencuci tangan di atas pergelangan tangan, mereka dikenai hukuman berat karena dinilai bermain-main dengan air.

Pasangan Turpin ini juga bahkan membiarkan anak-anak mereka kelaparan. Mereka hanya diberi makan satu kali sehari. Bahkan tak jarang mereka memberi makan tambahan seperti kue dan labu, namun meletakkannya di tempat di mana anak-anak bisa melihatnya tapi tidak memakannya.

Ketigabelas anak Turpin juga belum pernah bertemu dengan dokter gigi atau dokter umum selama lebih dari empat tahun terakhir. Anak-anak tersebut juga kekurangan pengetahuan dasar tentang kehidupan, dan beberapa bahkan tidak tahu siapa petugas polisi.

Di antara ketigabelas anak tersebut, hanya anak yang paling kecil yang berusia dua tahun yang memiliki berat badan normal, sedangkan yang lainnya mengalami kekurangan gizi parah.

Salah seorang anak yang berusia 12 tahun hanya memiliki berat seperti anak 7 tahun dan anak tertua yang berusia 29 tahun beratnya hanya 37 kilogram.

Hestrin menyebut bahwa beberapa anak memiliki gangguan kognitif dan neuropati, yang merupakan kerusakan saraf, akibat pelecehan fisik yang ekstrem dan berkepanjangan ini.

Mereka juga hanya sedikit yang mengenyam pendidikan.

Anak yang berhasil melarikan diri dan melapor ke polisi mengaku bahwa dia telah merencanakan untuk melapor sejak dua tahun yang lalu.

Hestrin, seperti dimuat BBC menjelaskan bahwa jika terbukti bersalah atas belasan tuduhan terhadap mereka, pasangan tersebut bisa menjalani hukuman 94 tahun penjara. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya