Berita

Bisnis

Tolak Impor Beras, PISPI Tuntut Jokowi Jalankan Nawa Cita

JUMAT, 19 JANUARI 2018 | 02:38 WIB | LAPORAN:

Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menolak rencana pemerintah terkait impor beras sebanyak 500 ribu ton

Ketua Dewan PISPI, Salman Dianda Anwar menjelaskan kebijakan tersebut sangat merugikan petani dalam negeri. Sebab impor beras berdampak pada penurunan harga gabah dan beras di musim panen Februari sampai April 2018.

Terlebih, sambung Salman Menteri Pertanian Amran Sulaiman justru menyampaikan persediaan beras cukup. Dalam data yang dimiliki Kementan sepanjang tahun 2017 Indonesia telah memproduksi gabah sebanyak 80 juta ton.


"PISPI berpandangan bahwa seharusnya persediaan beras tidak berkurang, terlebih Bulog masih memiliki persediaan beras digudang sebesar 800-900 ribu ton untuk menstabilkan harga beras sampai pertengahan Februari ketika awal masa panen raya padi terjadi," ujar Salman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/1).

Lebih lanjut, Salman juga meminta agar Presiden Joko Widodo komitmen menepati Nawa Cita. Menurutnya Presiden Jokowi harus membentuk kelembagaan pangan. Sebab saat ini, Perum Bulog tidak memiliki kemampuan dan kewenangan untuk menstabilkan harga pangan.

"Saat ini Perum Bulog hanya dibawah koordinasi Menteri BUMN sehingga dikuatirkan Perum Bulog memiliki kewenangan terbatas yang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kami juga menilai beras yang harus tersedia di gudang Bulog paling tidak sebanyak empat juta ton setiap tahun. Namun kenyataan di lapangan, Bulog dalam tiga tahun terakhir ini hanya mampu menyerap tidak lebih dari tiga juta ton setiap tahunnya," tutup Salman. [nes]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya