Berita

Politik

Tolak Impor Beras, GP Ansor Ingin Pemerintah Pastikan Data Stok Beras

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 20:14 WIB | LAPORAN:

Kebijakan pemerintah yang ingin menurunkan harga beras dengan mengimpor 500 ribu ton beras harus ditolak karena tidak didasarkan pada data dan berdampak pada nasib petani yang sebentar lagi akan melakukan panen raya.

"Poin masalahnya ada pada sengakrut tidak sinkronnya data-data yang dimiliki pemerintah, dari satu kementerian dengan kementerian lain berbeda. Bagaimana bisa data riil saja tidak ada, kemudian pemerintah merencanakan impor beras," kata Adhe Musa Said, Ketua Bidang Pertanian GP Ansor di Jakarta, Kamis (18/1).

Dia menambahkan adanya data yang tidak sinkron dari BPS, Kemendag, dan lembaga terkait lainnya. Karenanya wajar jika kebijakan tersebut ditolak. Belum lagi banyaknya laporan surplus beras di sejumlah provinsi di luar Jawa, kebijakan impor tentu menimbulkan tanda tanya.


"Dari aspek argumentasinya lemah, belum lagi kebijakan ini berbarengan dengan panen raya di sejumlah daerah. Mestinya pemerintah menghitung cermat momentum dan kebutuhan riilnya," katanya.  

Adhe juga mengindikasikan akan adanya spekulan beras yang turut bermain. Dia mendorong Satgas Pangan memantau kemungkinan adanya pihak yang sengaja mengacaukan harga beras di pasaran.

"Saya menaruh curiga adanya perbuatan mempermainkan harga dengan cara menimbun beras atau menunda pasokan ke pasar akan merugikan masyarakat banyak. Oleh karena itu, Satgas Pangan harus lebih bisa mengantisipasinya," kata dia.

Pemerintah juga perlu memikirkan solusi jangka panjang, salah satunya dengan segera melakukan inovasi untuk para petani beras di tanah air.

"Dengan mengirimkan teknologi yang canggih, pemerintah dapat mengontrol harga beras yang membumbung tinggi. Melalui cara itu, biaya produksi dapat ditekan dan tentu saja harga pasaran akan lebih murah," pungkasnya.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya