Berita

Foto/Net

Bisnis

AP I Ingin Masalah Lahan Bandara Baru Yogya Cepat Selesai

Tawarkan Berdialog Ke Warga Terdampak
KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Angkasa Pura I (Persero) terus mengupayakan solusi ter­baik bagi warga terdampak pem­bangunan bandara baru dan siap berdialog dengan masyarakat yang masih belum menerima pembangunan Bandara Inter­nasional Baru Yogyakarta di Kulonprogo.

Corporate Secretary Angkasa Pura I, Israwadi mengatakan, pihaknya bekerja berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 98 Tahun 2017 tentang Percepa­tan Pembangunan dan Pengop­erasian Bandar Udara Baru di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Karenanya, publik perlu me­mahami bahwa Angkasa Pura Iadalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bekerja untuk rakyat dan negara, karena pemegang saham perusahaan adalah pemerintah.


"Bandara baru dibangun untuk memenuhi kepentingan publik dalam hal transportasi udara yang aman dan nyaman. Ma­kanya, sesuai Perpres tersebut, kami ditugaskan pemerintah untuk membangun dan mengop­erasikan bandara baru di Kulon Progo, Yogyakarta," ujarnya, melalui siaran pers, kemarin.

Ia menjelaskan, pengemban­gan dan pembangunan Bandara Internasional Baru Yogyakarta ditujukan untuk memfasilitasi tingginya trafik penumpang se­hingga pelayanan transportasi udara yang mengutamakan kes­elamatan, keamanan dan kenya­manan dapat tetap terwujud.

"Hal ini tidak lepas dari sebagian besar bandara yang dikelola perusahaan tengah men­galami kondisi lack of capacity, termasuk Bandara Internasional Adisutjipto yang ada saat ini," katanya.

General Manager (GM) Ban­dara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama menam­bahkan, dalam melaksanakan tugas pemerintah, perseroan kini telah menyelesaikan pembersihan lahan (land clearing) tahap II meski ada sebagian kecil warga yang masih menolak. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya