Berita

Ilustrasi/Net

Pertahanan

14 Ribu Personil Disiapkan Untuk Mengamankan Pilkada Papua Dari KKB

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 05:06 WIB | LAPORAN:

Sebanyak 14 ribu personel gabungan Polri dan TNI bakal disiagakan untuk mewaspadai gerakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) menjelang Pilkada Papua 2018.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan personel gabungan itu merupakan tim khusus untuk mengantisipasi ancaman keamanan Pilkada di Papua. Termasuk melakukan monitoring di sejumlah daerah dari gerakan KKB.

"Kami melakukan antisipasi untuk bagaimana nanti kelompok-kelompok Kriminal Bersenjata melakukan intervensi terhadap calon-calon kepala daerah," ujar Kamal kepada wartawan, Rabu (17/1).


Selain membentuk tim khusus, pihaknya juga terus berkordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan masyarakat agar ikut membantu keamanan pelaksanaan Pilkada di Papua.

"Kami mengoptimalkan para pejabat utama, melakukan upaya-upaya dan datang ke kabupaten-kabupaten bertemu dengan tokoh masyarakat melaksanakan kegiatan dengan tokoh masyarakat dan agama dan unsur pemerintahan untuk menciptakan rasa aman," ujarnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menjelaskan bahwa Papua salah satu daerah rawan konflik Pilkada. Selain Papua, Kalimantan Barat juga dinilai sebagai daerah rawan konflik Pilkada. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya