Berita

Politik

Nasdem: Impor Beras Hanya Untuk Jawa Saja

RABU, 17 JANUARI 2018 | 19:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Fraksi Nasdem DPR RI tak mempersoalkan rencana impor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand. Namun Fraksi Nasdem menyarankan pilihan impor hendaknya dikhususkan untuk menutup kekurangan pasokan, terutama di kota-kota besar di Jawa.

"Sedangkan untuk daerah-daerah mungkin belum diperlukan, mengingat pasokan di Bulog masih sangat mencukupi," kata anggota Komisi IV DPR RI Hamdhani melalui pesan elektronik kepada redaksi, Rabu (17/1).

Hamdan sudah mengecek keberadaan beras di gudang-gudang Bulog di Kalimantan Tengah. Sejauh ini masih sangat mencukupi untuk stok 6 bulan ke depan.


Dalam amatannya, gudang Bulog di Palangkaraya memiliki stock beras sebanyak 1.305 ton. Sementara gudang Bulog Sampit 1.300 ton, gudang Bulog Kapuas 1.400 ton dan gudang Bulog Pangkalan Bun 479 ton.

Lebih lanjut Hamdhani mengatakan, pemerintah perlu lebih memperhatikan sebaran pasokan yang merata sesuai dengan jumlah populasi penduduk dan kebutuhan beras untuk masing-masing daerah.

Terhadap kemungkinan adanya permainan spekulan beras, Hamdhani berharap agar Satgas Pangan yang telah dibentuk dapat menyelidiki dan menemukan pihak-pihak yang dengan sengaja ingin mengacaukan harga beras di pasaran.

"Jelas perbuatan mempermainkan harga dengan cara menimbun beras atau menunda pasokan ke pasar akan merugikan masyarakat banyak. Satgas Pangan harus bisa mengantisipasi lebih dini agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa yang akan datang," tutur legislator Kalimantan Tengah ini.

Secara khusus Hamdhani meminta Bulog di Kalimantan Tengah untuk dapat menyerap gabah petani secara maksimal saat panen raya bulan Februari nanti.

"Tolong untuk memprioritaskan gabah petani Kalteng dululah. Jangan buru-buru pengadaan gabah dari Sulawesi atau luar daerah lainnya, sementara gabah petani dari Kalteng masih belum terserap semua," pungkasnya.

Diketahui harga beras di beberapa daerah di Indonesia mengalami kenaikan hingga melewati batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga rata-rata beras jenis medium di Jakarta berkisar di Rp 14.100 per kilogram. Harga ini melampaui HET yang ditetapkan sebesar Rp 9.450 per kilogram.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya