Berita

Foto: Dok/Kemnaker

Menaker: Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Harus Menjadi Budaya Kerja

RABU, 17 JANUARI 2018 | 13:41 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Perusahaan dan pekerja harus memastikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) berjalan dengan baik sebagai bagian dari budaya kerja dari norma ketenagakerjaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri saat mengunjungi pembangunan terowongan kereta api Notog di Dusun Gandulekor, Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk,  Selasa (16/1).

Menengok kejadian kejadian runtuhnya salah satu selasar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengakibatkan beberapa orang terluka. Menaker mengingatkan masalah K3 harus terus menjadi perhatian dunia usaha.


"Kejadian kemarin menjadi keprihatinan kita semua supaya lebih waspada kedepannya,” katanya.

Menurut Menaker, untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja, atau penyakit yang ditimbulkan dari lingkungan kerja, maka semua pihak harus menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi budaya kerja bangsa Indonesia.

"Budayanya terkait kehati-hatian, kedisiplinan, kelengkapan alat keselamatan, alat pelindung diri dan seterusnya. K3 harus menjadi bagian budaya kerja,” tegasnya.

Beberapa penyebab kecelakan kerja yang terjadi, kata Menaker, antara lain disebabkan lemahnya Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan.

Lanjut Menaker, unit penanggung jawab K3 di perusahaan tidak berfungsi optimal. Kalangan dunia usaha harus mengoptimalkan pengawas K3 di tempat kerja. Apalagi pada pengerjaan proyek yang berisiko tinggi seperti membuat terowongan.

Oleh karenanya, Menaker mengingatkan agar investasi terhadap K3 di perusahaan, jangan dianggap sebagai beban.

"Investasi K3 justru menjadi bagian yang penting, bukan menjadi beban perusahaan. Hal ini harus terus diperhatikan, jangan menunggu kasus K3 makin banyak".

Disampaikan pula, pemerintah sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang. Masifnya pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan kesadaran K3, baik oleh perusahaan, pekerja serta masyarakat lebih luas. [dzk]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya