Berita

Impor Beras/net

Bisnis

Anak Buah Prabowo Desak Pemerintah Batalkan Impor Beras

SELASA, 16 JANUARI 2018 | 22:51 WIB | LAPORAN:

Desakan agar impor beras sebesar 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam dibatalkan terus berdatangan. Kali ini, datang dari Anggota Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryo Soekartono. Dia yakin, beras hasil petani lokal mampu mencukupi kebutuhan nasional.

“Kebijakan impor harus dianulir. Sebab, suplai kita masih cukup,” kata anggota Komisi IV DPR ini di Jakarta, Selasa (16/1).

Keyakinan Bambang bahwa stok beras masih cukup dilandasi data Kementerian Pertanian (Kementan) yang menunjukkan bahwa pada Oktober-Nopember 2017 terjadi over produksi. Pada saat itu, Indonesia bahkan mampu mengekspor beras sekitar 200 ton ke Malaysia dan sejumlah negara tetangga lainnya. Kata dia, ekspor itu menunjukkan bahwa pasokan beras dalam negeri tidak ada masalah.


“Pada 2017, Pemerintah sudah meyakinkan bahwa sudah tercapai kedaulatan pangan untuk empat komoditas yakni beras, cabe, bawang merah, dan jagung. Ini yang harusnya dipedomani dan harus sinkron antara Kemendag (Kementerian Perdagangan) dan Kementan,” jelas anak buah Prabowo Subianto itu.

Bagi Bambang, impor bukan solusi tepat untuk mengatasi lonjakan harga beras yang saat ini terjadi. Impor justru bakal merusak harga. Untuk sementara, impor mungkin bisa menurunkan harga. Namun, gara-gara impor itu, petani menjadi malas ke sawah. Alhasil, produksi dalam negeri akan turun dan di kemudian hari harga beras akan bergejolak kembali.

“Keberlangsungan hidup petani sekarang dibutuhkan. Kita ingin negara kita mewujudkan kedaulatan pangan, bukan hanya ketahanan pangan,” tambah dia. [san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya