Berita

Foto/Net

Bisnis

Neraca Perdagangan RI 2017 Surplus 11,84 Miliar Dolar AS

Kinerja Nonmigas Moncer
SELASA, 16 JANUARI 2018 | 08:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan sepanjang 2017 surplus sebesar 11,84 miliar dolar AS. Sur­plus ini berkat kontribusi perdagangan non minyak dan gas (nonmigas).

Kepala BPS Kecuk Suhari­yanto mengungkapkan, sur­plus tahun 2017 lebih tinggi dibandingkan surplus pada 2016 sebesar 9,53 miliar dolar AS, dan 2015 sebesar 7,67 miliar dolar AS. Adapun sepanjang 2012-2014, neraca perdagangan tercatat defisit.

"Surplus 2017 ini bagus, tertinggi sejak lima tahun lalu," ungkap Kecuk dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, ke­marin.


Kecuk merincikan, selama ta­hun 2017, kinerja ekspor tercatat mencapai 168,73 miliar dolar AS, sedangkan impornya hanya 156,89 miliar dolar AS. Secara sektoral, penyokong surplus yaitu neraca perdagangan non migas yang mengalami surplus sebesar 20,4 miliar dolar AS. Sedangkan, perdagangan migas mengalami defisit 8,57 miliar dolar AS.

Untuk khusus Desember, lan­jut Kecuk, neraca perdagangan tercatat mengalami defisit 270 juta dolar AS. Hal itu lantaran kinerja ekspor hanya mencapai 14,79 miliar dolar AS, sedangkan impornya lebih tinggi yakni sebesar15,06 miliar dolar AS. Secara sektoral, defisit neraca perdagangan migas tercatat sebesar 1,04 miliar dolar AS, sedangkan nonmigas surplus 774,7 juta dolar AS.

"Defisit pada Desember ini merupakan defisit kedua sepanjang 2017 setelah Juni. Sepanjang 2017, neraca perdagangan Indonesia tercatat baik," ujarnya.

Kecuk menuturkan, kinerja ekspor Desember 2017 tercatat menurun 3,45 persen dibanding­kan bulan sebelumnya (month to month/mtm). Secara rinci, ekspor nonmigas turun 5,41 persen, se­dangkan ekspor nonmigas naik 5,56 persen. Penurunan terbesar ekspor nonmigas terjadi pada perhiasan/permata yaitu sebesar minus 38,83 persen, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam yaitu sebesar 126,05 persen. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya