Berita

Politik

Food Station Jamin Stok Dan Harga Beras Di Jakarta Stabil

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 22:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ramainya pemberitaan mengenai kondisi beras secara nasional nyatanya tidak berdampak pada harga beras di Jakarta. Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo menegaskan harga beras di lingkungan DKI Jakarta masih terkendali.

"Harga beras kita 2 tahun terakhir sangat terkawal dan terkontrol dengan baik. Kita dapat pengakuan dari Bank Indonesia menjadi salah satu yang terbaik untuk pengendalian harga beras," kata Arief dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (15/1).

Lebih lanjut Arief menjelaskan jumlah stok beras yang tersedia di ibukota sangat aman dan tidak terpengaruh oleh keadaan pasokan beras secara nasional.


"Sampai hari ini kita masih terus datangkan 200 container tambahan dari Sulawesi, Sebelumnya 200 container sudah masuk. Ini karya kita di Jakarta dan didorong Pak Gubernur dan Wagub. Kami Food Station insyallah terus mengawal pasokan beras di ibukota," imbuh Arief.

Dijelaskan, Food Station bahkan sedang fokus untuk penambahan pangan lainnya yang menjadi kebutuhan pokok warga DKI Jakarta terutama bagi warga menengah ke bawah.

"Justru kita saat ini sedang siapkan penambahan item, susu dan ikan bagi pemegang KJP, penghuni rusun dan PHL. Ada tambahan lansia dan buruh UMP yang sedang diverifikasi Dukcapil dan Disnaker," imbuh Arief.

Sebelumnya Jakarta Monitoring Network (JMN) mengkritisi PT Food Station Tjipinang Jaya nol persen perannya dalam stabilitas stok dan harga beras. Achmad Sulhy selaku Direktur Eksekutif JMN bahkan mensinyalir PT Food Station turut andil dalam melambungnya harga beras di Jakarta.

Sulhy meminta Komite Pencegahan Korupsi menganalisa Food Station. Menurutnya bila ditemui kesalahan, Arief Prasetyo selaku Direktur Utama Food Station layak diberi sanksi bahkan dicopot dari jabatannya (baca: klik disini).[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya