Berita

Edi Sukmoro/Net

Bisnis

Dirut KAI Sudah Tidak Ngantor Lagi

Masa Jabatan Habis
SENIN, 15 JANUARI 2018 | 10:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kementerian BUMN (Ba­dan Usaha Milik Negara) tengah mempertimbangkan untuk mem­perpanjang masa jabatan Bekas Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) Edi Sukmoro yang telah habis per tanggal 12 Januari 2018.

Ada opsi Edi Sukmoro kem­bali terpilih sebagai Direktur Utama di perusahaan transpor­tasi massal tersebut.

"Betul satu periode (masa jabatan lima tahun) habis dan sedang diproses (perpanjangan masa jabatan),"  tutur Deputi Bi­dang Usaha Konstruksi dan Sa­rana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN, Ahmad Bambang, melalui pesan singkat kepada Rakyat Merdeka, sabtu (13/01)


Menurutnya, pertimbangan agar Edi Sukmoro meneruskan kembali pucuk pimpinan di KAI dikarenakan melihat hasil kinerja positif yang telah dica­painya selama ini.

"Ya kinerja. Lihat saja kereta bandara dan lain-lainnya jalan kan? Dan KAIjuga terus berkem­bang, layanan terus membaik," tutur Ahmad.

Karena itu, proses pemilihan Dirut KAI masih berjalan dan masih menunggu persetujuan dari pemegang saham yakni Menteri BUMN Rini M Soemarno.

Sebelumnya, dihubungi terpi­sah, Bekas Dirut KAI, Edi Suk­moro, membenarkan informasi bahwa per tanggal 12 Januari lalu dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai Dirut KAI.

"Besok (12/1) sudah tidak ngantor lagi. Mohon maaf kalau ada kesalahan saya, dan terima kasih atas dukungannya selama ini," katanya kepada Rakyat Merdeka.

Ketika ditanya apakah akan menjabat di perusahaan pelat merah lainnya, ia menuturkan masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemegang sa­ham alias Kementerian BUMN. "Belum tahu. Saya siap saja bila memang ada penugasan," katanya singkat.

Padahal, usai menggelar RUPS di kantor Kementerian beberapa waktu lalu (10/1), ia masih mengungkapkan mimpinya untuk merealisasikan per­panjangan jalur rel kereta dari Cianjur menuju Padalarang, Bandung tahun ini.

Sehingga, masyarakat yang berasal dari Bogor maupun Sukabumi tidak perlu lagi ke stasiun Gambir-Jakarta untuk perjalanan ke Bandung.

"Tahun ini targetnya dibuka, karena jalurnya sudah ada tapi terputus di Cianjur. Kalau perbaikan sudah selesai dan relasi sudah beroperasi, ini bisa mengakomodir penumpang menuju Bandung. Sekarang kan baru Jakarta-Bogor-Sukabumi- Cianjur. Itu salah sartunya nanti (yang dibahas) kalau RUPS," ungkapnya.

Vice President (VP) Corpo­rate Communication KAI, Agus Komarudin juga membenarkan informasi adanya perubahan susunan direksi di tubuh pe­rusahaan transporitasi massal tersebut.

"Iya betul (Budi Noviantoro Direktur Logistik dan Pengem­bangan KAImelaksanakan tugas (Plt.) selaku Direktur Utama," katanya.

Menurutnya, pergantian terse­but juga dikarenakan masa jabatan yang diemban telah ber­jalan selama lima tahun.

"Beliau (Edi Sukmoro) men­jabat direksi sudah lima tahun," imbuhnya.

Tunjuk Plt

Sebelumnya, berdasarkan su­rat edaran yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt.) Komisa­ris Utama Dewan Komisa­ris KAI, Muchtar Arifin me­nyebutkan, Keputusan Dewan komisaris KAINomor 06/CH/Dekom/2018 tentang penun­jukkan anggota direksi sebagai pelaksana tugas (Plt.) Jabatan Direktur Utama yang lowong pada PT KAI.

Karenanya, dengan mem­perhatikan Keputusan Rapat Dewan Komisaris PT KAI (Per­sero) tanggal 11 Januari 2018 memutuskan untuk menunjuk Budi Noviantoro melaksanakan tugas selaku Direktur Utama disamping tugasnya sebagai Direktur Logistik dan Pengem­bangan PT KAI (Persero).

"Keputusan ini berlaku 30 hari terhitung tanggal 12 Janu­ari 2018 atau sampai dengan RUPS (rapat umum pemegang saham) menetapkan Dirut secara definitif," katanya dikutip dari edaran tersebut.

Untuk diketahui, Edi Sukmoro telah menjabat sebagai Direktur Utama KAI pada Oktober 2014 menggantikan Ignasius Jonan yang menjadi Menteri Perhubungan dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya