Berita

Andika/RMOL

Publika

Pilkada Tangerang: Hegemoni Calon Tunggal Dan Sepakbola Terjal

MINGGU, 14 JANUARI 2018 | 03:10 WIB

BERBAGAI hajatan besar dihelat di tahun 2018. Mulai dari Pilkada Serentak, Asia Games, dan Piala Dunia. Bisa dibilang 2018 ini tahunnya politik dan sepakbola.

Hegemoni Pilkada bisa dianologikan dengan sepakbola. Terlebih dari unsur kompetisi, rival, fans, animo masyarakat, kemenangan, kekalahan, pengadil, dan juga fairplay. Ada pula dalam segi taktik, susunan formasi, attacking, defending, counter attack dan filosofi atau karakter permainan dari tim itu sendiri.

Pilkada serentak tahun ini digelar di sejumlah wilayah Tanah Air. Termasuk di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Masing-masing daerah ini dalam perayaan pesta demokrasi lima tahunan sama-sama hanya diikuti calon tunggal. Pasangan Arief R. Wismansyah - Sachrudin kembali maju pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang periode 2018 - 2023. Begitu juga calon incumbent lainnya yakni Ahmed Zaki Iskandar - Mad Romli yang berhasrat ingin memimpin Kabupaten Tangerang dalam lima tahun ke depan.


Peluit pun sudah ditiup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tanda kick of berlangsung. Kedua pasangan calon petahana itu telah mendaftar dalam pagelaran Pilkada Tangerang. Bahkan seluruh partai politik mengusungnya. Sehingga baik itu Arief - Sachrudin dan Zaki - Romli tak ada lawan dalam hajatan besar ini.

Memang sungguh hambar rasanya. Bila dibayangkan ini kompetisi sepakbola, penonton pun kecewa. Animo masyarakat yang sudah menanti-nanti pesta demokrasi ini mati rasa.

Jika pasangan ini diibaratkan dengan tim sepakbola, maka mereka menang WO. Arief - Sachrudin mau pun Zaki - Romli sudah memasuki gelanggang Stadion. Dan diiringi oleh sang pengadil yakni KPU. Seluruh penonton di tribun Stadion penuh sesak. Mereka menanti-nanti jalannya pertandingan akan segera dimulai.

Namun nyatanya, tim tersebut tak ada rival untuk bermain. Lantas apa yang didapat oleh para penonton yang hadir? Mereka sudah membeli tiket mahal-mahal untuk menyaksikan pertandingan. Pembelian tiket ini bisa disinonimkan dengan pembayaran pajak masyarakat, yang anggarannya untuk penyelenggaraan Pilkada.

Berbeda jauh dengan kompetisi ketat dalam turnamen-turnamen sepakbola lainnya. Sang pemenang harus menempuh jalan terjal untuk membawa piala sebagai title juara. Penonton pun puas, dan tak memikirkan harga tiket yang selangit jika jalannya pertandingan memang berlangsung seru serta fairplay.

Dapat ditengok dalam perhelatan Piala Dunia 2014 kemarin. Der Panzer ke luar menjadi kampiun setelah susah payah menekuk Tim Tango di tanah Rio de Janeiro. Gol semata wayang Mario Gotze mengantarkan timnya merengkuh gelar juara dan menjadi sorotan seantero penduduk muka bumi ini.

Khlayak penonton pun terhibur. Terlebih banyak kejutan dalam perhelatan kompetisi tersebut. Sulit dibayangkan Jerman mencukur habis Tim Samba dengan skor 1 - 7 di babak semifinal. Padahal Neymar dan kawan-kawan diunggulkan menjadi juara, lantaran Brazil selaku tuan rumah.

Dalam kompetisi yang ketat, dapat melahirkan juara yang tangguh. Seperti tim besutan Joachim Low yang membusungkan dada dengan rasa bangga menjadi juara. Berbagai strategi, taktik, utak-atik formasi dimainkannya dengan apik. Sehingga mengantarkan Jerman sebagai kampiun Piala Dunia kemarin.

Jika kembali lagi dalam Pilkada yang hanya calon tunggal, lalu bagaimana keseruannya? Apa rasanya jika menjadi pemenang tanpa lawan? Tingkat adrenalin fans tanpa rival pendukung? Dan KPU meniup peluit panjang pertanda Pilkada Tangerang telah usai sebab tidak ada pertandingan. Serta calon tunggal dinyatakan menang tanpa jerih payah dan berkeringatan di lapangan. [***]

Andika Panduwinata

Inisiator Coffee Morning Tangerang dan Pemerhati Budaya asal Universitas Padjadjaran (UNPAD)

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya