Berita

Politik

Presidium Alumni 212 Tak Terlibat Agenda Politik Praktis

SABTU, 13 JANUARI 2018 | 20:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma'arif mengakui pihaknya pernah menggelar pertemuan dengan sejumlah partai politik untuk membahas Pilkada 2018. Namun ia membantah jika dalam pertemuan itu pihaknya secara aktif merekomendasikan nama calon kepala daerah.

"Pertemuan tersebut tidak ada hubungan dan kaitannya dengan Presidium Alumni 212. Presidium Alumni 212 tidak terlibat, tidak bertanggung jawab dan tidak ikut campur dalam agenda politik praktis partai," kata Slamet Ma'arif melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, Sabtu (13/1).

Slamet menegaskan Presidium Alumni 212 tidak pernah merekomendasikan nama untuk dicalonkan dalam Pilkada 2018. Yang ada hanya mengimbau dan mengharapkan Koalisi Partai 212 (PKS, PAN, Gerindra dan PBB) tetap solid dan tidak berkoalisi dengan partai pendukung penista agama Basuki Tjahaja Purnama dan Perppu Ormas.


Slamet berharap seluruh keluarga besar Presidium Alumni 212 tetap menjaga persatuan umat. Terkait sikap resmi Presidium Alumni 212 terhadap perhelatan politik nasional 2018 dan 2019, dia mengatakan akan ditentukan dalam musyawarah ulama dan pengurus presidium pada Mukernas akhir Januari 2018.

Sebelumnya, Sekjen Forum Umat Islam yang juga alumni Presidium Alumni 212 Al-Khaththath menyatakan La Nyalla Mattalitti merupakan satu dari lima nama calon gubernur yang direkomendasikan alumni untuk Pilkada 2018. Karenanya dia menyayangkan La Nyalla tak jadi maju di Pilgub Jawa Timut karena rekomendasi pencalonan urung diberikan Partai Gerindra dan PAN.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya