Berita

Gubernur Banten Wahidin Halim/Net

Nusantara

PNS Baik & Jujur Masuk Surga PNS Bajingan Lempar Ke Neraka

Pidato Gubernur Banten Disorot Warganet
SABTU, 13 JANUARI 2018 | 08:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim bahwa banyak PNS akan masuk neraka menuai pro dan kontra. Ada yang mendukung, tapi ban­yak juga yang mencibir pernyataan Wahidin tersebut.

Pernyataan Wahidin Halim ini disampaikan saat pelantikan pejabat eselon II yang baru. Politisi Demokrat itu awalnya ingin memotivasi para PNS untuk tidak mencari pundi-pundi uang dengan cara yang tidak benar. Namun motivasi yang disampaikan dengan memakai istilah 'neraka'.

"Yang paling banyak di neraka itu pegawai negeri," kata Wahidin Halim di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang, kemarin.


Tidak hanya itu, Wahidin juga bercerita bagaimana kelak nanti di akhirat antara penduduk surga dan neraka yang bese­berangan sepakat untuk membuat sebuah jembatan. Menurutnya jembatan neraka selesai lebih dahulu karena dibuat oleh para PNS.

"Ya pastinya dari neraka lebih dulu, itu kan orang Pekerjaan Umum (Dinas PU) semuanya. Yang di surga isinya kiai-kiai sama gubernur, nggak bisa bikin jem­batan," katanya.

Pernyataan Wahidin langsung direspons warga dunia maya. "Situ Tuhan pak?" semprot akun @yozams.

"Kebiasaan sotoy, emang situ udah mensurvei, udah pernah ke neraka," tulis akun @Jollygoodbean1.

"Kok mendahului takdir ya...antara surga dan neraka itu kan urusan diakhirat, kok malah nyebut-nyebut PNS," ujar akun @Biha.

"Emangnya sudah ada yang pulang dari neraka memastikan ocehan mu?. Mbok ya berfikir itu benar," semprot akun @ Sibolis_namartanduk.

"Beliau sudah sering jalan ke sana tuh. Makanya bisa tau. Mungkin juga bliau itu pegang buku daftar kehadiran...," cuit akun @pandaoralemu.

"@asmanabnur2016 @jokowi, kasihan ASNya pak," ujar akun @tsaden3.

"Sekate-kate anjir | Gubernur Banten: Yang Paling Banyak di Neraka Itu Pegawai Negeri," protes akun @sijayuz.

"Koq tahu pak? Kapan balik dari neraka pak Gub?"  ledek akun @Rasyidibakry. "Ah emangnya situ pernah ke neraka, nebak-nebak seenaknya aja,"  sindir akun @Amella.

"Banyak yang ingin masuk pns tapi tidak mau masuk neraka," tutur akun @ rizaldu.

Sejumlah warganet memperingatkan Gubernur Banten ini untuk tidak asal bicara, meskipun sifatnya candaan. "Hati-hati Pak kalau berbicara, apalagi anda seorang pe­jabat & menyangkut kepercayaan/agama. Apakah anda tahu tentang hal itu? Surga & neraka bukan anda yang menilai & memu­tuskan.." cuit akun @Tajinny.

"neraka dan surga buat bencandaan.... ada yg salah dengan gubernur ini," tulis akun @MoeBa.

"Sepertinya beliau sudah survei ke sana. Trus bossnya PNS dimana pak? PNS kan ditugasi utk melaksanakan printah anda. Berarti bapak di sana juga ya? Beda kapling mungkin," sindir akun @m4s_yusuf.

Akun @riskoris mengaku prihatin den­gan stigma negatif yang disematkan pada PNS. "Nggak ada guna lulus PNS kalau ujung-ujungnya masuk neraka -kahlil gibran," tutut akun @riskoris.

"Jadi menyedihkan gitu hidup sebagai PNS, malah ada temen yang bilang kalau jadi PNS sama aja 1 kaki nya udah masuk neraka," curhat akun @givary.

Akun @xerautab menyarankan pada Wahidin untum fokus saja benahi Banten, ketimbang bikin gaduh. "Ayo bangun banten, pak.. kasihan rakyatnya.. daerah dengan perusahaan-perusahaan besar, tetapi rakyatnya masih banyak yang mis­kin," ajak akun @xerautab.

Wakil Ketua Komisi II DPRAhmad Riza Patria mengangap wajar apa yang disampaikan Wahidin Halim. "Soal pegawai negeri, kan selama ini banyak sekali PNS yang menyalahgunakan wewenang, menyalahgunakan jabatannya, fasilitas­nya. Selain itu juga ada hal lain seperti korupsi,"  katanya.

Sejumlah warganet juga setuju den­gan pandangan tersebut. "PNS jujur ke SURGA...PNS nakal Bajingan ke NERAKA lu.." cuit akun @benny_chi­kung. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya