Berita

Foto/Net

Bisnis

Isu Impor Buat Petani Resah, Harga Gabah Juga Ikut Anjlok

SABTU, 13 JANUARI 2018 | 06:30 WIB | LAPORAN:

Pemerintah diminta berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan, khususnya mengenai membuka keran impor beras.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko menilai wacana impor beras ini bisa membuat harga gabah anjlok, terlebih dua bulan kedepan petani bakal melakukan panen padi.

Menurut Moeldoko, saat ini produksi beras masih cukup sehingga wacana untuk melakukan impor beras tidak perlu dilakukan, terlebih selama ini para petani sedang berusaha untuk meningkatkan produksi padi.


"Jika impor beras hanya karena masalah harga beras yang naik di pasaran, maka yang harus diperbaiki adalah tata kelola distribusi beras. Apalagi, pada Februari mendatang akan mulai ada panen di sejumlah daerah. Saat panen, harga gabah dan beras akan turun lagi," ungkap Moeldoko kepada wartawan, Jumat (12/1).

Lebih lanjut, purnawirawan Jenderal TNI ini menjelasakan bahwa berdasarkan grafik nasional, para petani akan menghasilkan panen bagus pada bulan Februari sampai April. Namun setelah bulan April hingga Agustus panen padi cenderung menurun.

Untuk itu, pemerintah perlu membenahi kebijakan pangan nasional sebelum memutuskan untuk mengimpor beras. Apalagi alasan impor selama ini adalah kekurangan stok.

"Permasalahan hulu harus dibenahi agar tidak adalagi kegaduhan impor beras karena kekurangan stok. Produksi harus makin ditingkatkan. Bila selama ini petani menghasilkan lima hingga enam ton per hektar, maka harus diupayakan menghasilkan delapan hingga sembilan ton per hektar. Dan HKTI sudah mengembangkan varietas padi ini," Demikian Moeldoko. [nes]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya