Berita

Foto: Net

Politik

Dubes Yuddi Chrisnandi Resah, Apakah Reformasi Sudah Berhenti?

KAMIS, 11 JANUARI 2018 | 07:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dutabesar Republik Indonesia untuk Ukraina, Yuddi Chrisnandi, sedang resah. Dia mengirimkan sebuah pesan berisi pertanyaan ke sebuah grup WA yang sebagian besar anggotanya tokoh penting dan pejabat atau mantan pejabat di negara ini.

Keresahan Yuddi terkait fenomena keterlibatan anggota TNI dan Polri yang masih aktif dalam kontestasi politik pemilihan kepala daerah tahun ini.

Dia bertanya, apakah reformasi sudah berhenti.


Reformasi Nasional yang kita perjuangkan bersama sejak 20 tahun lalu, tulis mantan anggota DPR RI itu, yang diawali oleh reformasi internal ABRI, dilanjutkan reformasi birokrasi dan Polri, bertujuan untuk memberikan batas yang jelas antara aparatur negara yang harus netral dalam memberikan pelayanan/perlindungan kepada masyarakat dan politisi yang memiliki afiliasi partai politik/partisan.

Sebagai konsekuensinya, anggota TNI/Polri/PNS aktif tidak boleh berpolitik praktis atau menjadi aktivis parpol, atau terlibat aktif dalam kegiatan politik. Termasuk dalam hal mengikuti kontestasi politik.

"Apakah reformasi yang kita perjuangkan dengan tujuan di atas serta batas-batas aturan yang sangat jelas, masih kita pegang bersama?" tanya dia.

"Atau sudah kita kesampingkan. Dengan maraknya perwira-perwira aktif dan birokrat-birokrat mengikuti kegiatan atau kontestasi politik di bawah panji-panji parpol. Apakah reformasi sudah berhenti?" demikian tanya Yuddi lagi.

Pesannya itu dia kirimkan beberapa saat lewat tengah malam tadi (Kamis, 11/1).

Dalam pesan berikutnya, yang hanya kurang dari setengah jam setelah pesan pertama, Yuddi mengatakan, jawaban atas pertanyaan ini sangat dibutuhkan. Dia yakin, bukan hanya dirinya yang peduli, tetapi banyak orang.

"Mohon pencerahan untuk kami yang saat ini sedang bertugas jauh dari hiruk pikuk politik tanah air... Pertanyaan ini mewakili kebanyakan orang, setidaknya mereka yang jauh dari tanah air merasakan "gamang" dengan situasi politik saat ini. Terimakasih jika ada yang berkompeten untuk menjawabnya," tulis Dubes Yuddi lagi. [dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya