Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Rayakan HUT Ke-45, PDIP Setia Pada Jalan Kerakyatan

RABU, 10 JANUARI 2018 | 10:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

PDI Perjuangan, yang hari ini merayakan berulang tahun ke-45, memiliki akar yang sangat kuat dengan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Bung Karno pada 4 Juli 1927 sebagai perasan tekad untuk membebaskan Indonesia dari segala bentuk penjajahan.

Caranya dengan membentuk partai yang menjadi obor penerang bagi rakyat, mendidik rakyat, dan mengorganisir rakyat sebagai kekuatan yang paling efektif dalam merebut kemerdekaan.

Demikian disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Menurut Hasto, PDI Perjuangan pun mengalami keseluruhan dinamika politik yang luar biasa. Partai ini selalu dipecah saat 32 tahun Orde Baru, dikucilkan dan hanya sekedar ornamen demokrasi. Berbagai intervensi kekuasaan, penyerangan kantor Partai, bahkan pernah tidak bisa ikut Pemilu pun pernah dialami Partai ini.


"Kalau dalam Pilkada dicurangi, dan ditelikung pun sudah hal yang biasa," kata Hasto dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 10/1).

Namun, tegas Hasto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri selalu mengajarkan agar tak mengeluh. Semua elemen partai harus setia pada jati diri sebagai partai ideologis atas dasar Pancasila, yang bergerak dengan penuh keyakinan.

"Kami selalu setia pada hukum. Kami selalu membuka ruang harapan sebesar-besarnya, bahwa politik adalah membangun peradaban; bahwa politik adalah pengabdian," tegas Hasto.

Lanjut Hasto, semua elemen partai pun diajarkan untuk berdedikasi bagi rakyat, bangsa, dan negara. Bahwa berpolitik bukan jalan mencari kekayaan, apalagi korupsi.

"Partai setia pada jalan Pancasila. Di dalamnya bersintesa sempurna nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan Indonesia, musyawarah mufakat, dan keadilan sosial. Keseluruhan nilai tersebut dasar peradaban politik yang melekat dengan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat kuat, agar manusia Indonesia sejahtera lahir dan batin," ungkapnya.

PDI Perjuangan, sambung Hasto, sangat bersyukur terhadap kepemimpinan Megawati Soekarnoputri yang konsisten membangun organisasi partai agar semakin sempurna lah fungsi pendidikan dan kaderisasi  untuk lahirnya kepemimpinan ideologis, visioner, mumpuni dan merakyat.

"Dirgahayu PDI Perjuangan ke 45, jadikan Pancasila sebagai Bintang penuntun Indonesia Raya," demikian Hasto.[wid]


Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya