Berita

Politik

Ada Semburan Gas Di Indramayu, Demokrat Minta Pertamina Bertindak Cepat

SELASA, 09 JANUARI 2018 | 23:19 WIB | LAPORAN:

Ada fenomena alam yang terjadi di Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Indramayu, Jawa Barat. Di sana, terdapat 195 titik semburan gas rawa bercampur air dan lumpur. Semburan ini sudah terjadi sejak 2015.

Banyak masyarakat khawatir karena fenomena ini dikait-kaitkan dengan peristiwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo.

Mendengar kabar ini, Senin lalu, Wakil Ketua Komisi VII DPR Herman Khaeron terjun ke lokasi. Politisi Partai Demokrat ini datang ditemani Dirut Pertamina EP Nanang Abdul Manaf, Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurahman, dan Dirjen Pengendalian Linkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Karliansyah.


Dari kunjungan itu, Herman memastikan bahwa karakteristik semburan gas tersebut berbeda dengan kasus Lapindo. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir berlebih.

"Jangan sampai ada kekhawatiran berlebihan di masyarakat karena berbedar isu dan statement yang dikembangkan tidak berdasar. Apresiasi juga kepada Pertamina, SKK Migas, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), LHK, dan pihak-pihak yang sudah mulai melakukan upaya untuk menenangkan masyarakat di sini," ungkap politisi asal Cirebon ini di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/1).

Herman tidak memungkiri, ada keresahan hingga merasa terancam yang dirasa masyarakat sekitar. Karena itu, dia meminta Pertamina bersama Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah segera bertindak dan memberikan solusi agar kondisi dua desa tersebut kembali normal.

"Masyarakat seperti sudah dilingkari gas liar yang semburannya sangat menakutkan. Psikologis masyarakat pasti merasakan ketakutan. Harus segera ada solusi, termasuk mengatasi dampak kesehatannya," ucapnya.

Herman juga meminta Pertamina EP membuka posko di lokasi semburan. Tujuannya, agar masyarakat mudah mengadu jika terjadi sesuatu yang membahayakan.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya