Berita

Sajum/Dompet Dhuafa

Bisnis

Sajam, Asa Menjahit Kehidupan Dengan Segala Keterbatasan

SENIN, 08 JANUARI 2018 | 06:54 WIB | LAPORAN:

Sajum kehilangan kaki kirinya (dari lutut ke bawah) dan menggunakan satu tongkat kayu sebagai pijakan dalam sederhana kesehariannya.

"Setelah kecelakaan kereta, saya sering dihina katanya saya tidak bisa apa-apa." lirih Sajum (76) sambil mengingat awal mula rintisan nasibnya sejak 35 tahun silam.  

Kini, dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, menjahit adalah pilihan dan keterampilan terbaik Sajum untuk menyambung hidup.


Sebelumnya ia bekerja sebagai pendayung perahu di sungai, petugas parkir jalanan, hingga menjadi pedagang asongan. Uang hasil kerja keras dikumpulkannya sedikit demi sedikit sebagai modal belajar menjahit.

Sajum juga menjual gerobak dagangan asongannya untuk modal membeli mesin jahit bekas.

Berada di dalam sisi gang yang sempit di Pasar Lama Tangerang, Desa Sukarasa, saat ditemui tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa pada Sabtu (6/1) dalam kesempatan penyerahan donasi mesin jahit program disabilitas dan dekorasi kios.

Bersama istrinya yang mendampingi, Sajum menaruh banyak harapan di ruang karya yang hanya memiliki ukuran lebar 2x1 meter dengan tinggi 2,5 meter. Mereka melayani pelanggan untuk jahit vermak ukuran, jahit resleting, atau memasang kancing.

"Alhamdulillah sekali istri saya juga bisa," tegas Sajum hingga tiga kali mengucap hal yang sama.

Apa adanya adalah gaya Sajum. Ia tidak mau memaksa atau menagih bila ada pelanggan yang belum membayar ongkos jahitnya.

"Mungkin lupa atau belum ada uang, yang penting hubungan baik tetap dijaga, soal rezeki Allah sudah mengaturnya," tuturnya.

Namun, usianya yang tidak lagi muda, tidak menuakan rasa semangatnya untuk menikmati hidup. Kondisi fisiknya yang tidak lagi bugar, tidak melemahkan perjuangannya melanjutkan hidup.

"Saya tidak mau hidup hanya sekedar mengadahkan tangan saja. Saya bisa, saya mau kita harus bermanfaat untuk sekitar," ujar Sajum.

Setelah itu Sajum langsung duduk menghampiri dan mencoba 'bermain' dengan rincian kecil mesin jahit baru yang tidak lagi kropos mejanya. Tidak lama kemudian ia berusaha bangun dari tempat duduknya dan berkata, "Mohon maaf sekali, sudah hampir waktu zuhur ini (sambil menunjuk arloji tua nya), saya harus ke masjid dulu ya". Kemudian Sajum mengambil tongkat kayunya dan berjalan tertatih meninggalkan kiosnya.[wid]



Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya