Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pilkada 2018 Rawan Kecurangan Pemerintah Menangkan Calon Golkar

SABTU, 06 JANUARI 2018 | 21:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Gerindra mengungkap gelagat tak beres terkait Pilkada serentak 2018. Pengurus pusat partai berlambang kepala burung garuda menyebut potensi kecurangan pemerintah.

"Pilkada 2018 rawan akan kecurangan yang bisa dilakukan oleh pemerintah Joko Widodo. Kecurangan yang mungkin dilakukan oleh pemerintah seperti tidak netralnya KPU, Polisi, TNI serta pembagian raskin dan bansos yang akan digunakan untuk memenangkan pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Sabtu (6/1) malam.

Arief mengaitkan kerawanan pemerintah Jokowi mengunakan kekuasaan dan fasilitasnya untuk membantu memenangkan para calon kepala daerah yang diusung Golkar dengan keputusan beringin mengusung Jokowi sebagai capres 2019.  


"Hal ini terbukti dengan yel yel Partai Golkar untuk memenangkan Joko Widodo di periode kedua. Di hadapan para calon pasangan kepala daerah yang diusung Golkar, setiap pasangan calon kepala daerah diamanatkan oleh Partai Golkar untuk memenangkan Joko Widodo di Pilpres 2019," ungkapnya.

Terkait kemungkinan ini, Arief meminta masyarakat yang daerahnya melaksanakan pilkada untuk benar-benar ikut mengawasi jalannya tahapan pilkada dari awal hingga perhitungan suara.

Meski demikian dia optimis rakyat di daerah-daerah tempat diselenggarakannya pilkada tak bisa dikelabuhi. Rakyat sudah tahu dan merasakan kinerja pemerintah di bawah Jokowi berdampak pada kesulitan ekonomi. Lagi pula, jika tujuan calon kepala daerah untuk memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019, pasti rakyat tidak akan memilih pasangan calon kepala daerah tersebut.

"Ayo kita awasi jalannya Pilkada 2018 seperti di DKI Jakarta agar tidak ada celah bagi Pemerintah Joko Widodo untuk melakukan kecurangan," demikian Arief Poyuono.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya