Berita

Maruarar-Hasto/Net

Politik

Serang Balik Rachland, Maruarar Bandingkan Elektabilitas PDIP Dengan Demokrat

SABTU, 06 JANUARI 2018 | 10:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristyanto merupakan sosok yang mampu menerjemahkan ideologi partai dan gagasan-gagasan besar Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Hasto juga mampu mengoperasionalkan gagasan tersebut secara nyata dalam bentuk program-program dan menampilkan wajah kepartaian yang merakyat dan berkeadaban.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait. Pernyataan Maruarar ini untuk membela Hasto dari serangan Wasekjen DPP Demokrat Rachland Nasidik, yang menyebut Hasto kekanak-kanakan dan reaksioner, dengan menyebut bahwa PDIP berbeda dengan partai lain yang suka mengeluh saat mendapat intervensi.


"Bahwa PDI Perjuangan mengalami intervensi ketika zaman Orba hingga perstiwa 27 Juli 1996, itu bukan reaksioner. Itu fakta dan semua orang juga tahu. Dan PDI Perjuangan selalu berada di garis ideologi Pancasila dengan penuh keyakinan," tegas Maruarar, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (6/1).

Maruarar menegaskan bahwa Hasto merupakan jurubicara partai yang baik. Buktinya, dari beragai survei, elektabilitas PDI Perjuangan selalu teratas dibandingkan dengan partai lain.

Maruarar menjelaskan, survei CSIS pada November 2017, elektabilitas PDIP 26,5 persen, sementara elektabiltas Demokrat 13,7 persen. Survei Indobarometer pada awal Desember 2017, elektabilitas PDIP 30,2 persen, sementara Demokrat hanya 7,7 persen. Survei PolMark pada pertengahan Desember 2017, elektabilitas PDIP 25,7 persen, sementara Demokrat 5,2 persen. Terakhir, survei SMRC pada Januari 2018, elektabilitas PDIP 21,4 persen, sementara Demokrat 5,4 persen.

"Ini membuktikan bahwa Sekjen PDI Perjuangan mampu berkomunikasi dengan rakyat, dan merupakan jurubicara partai baik," tegas Maruarar. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya