Berita

Erdogan saat menjawab salah satu pertanyaan wartawan/BBC

Dunia

Pertanyaan Wartawan Perancis Bikin Erdogan Geram

SABTU, 06 JANUARI 2018 | 07:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sempat geram dengan pertanyaan salah seorang wartawan di Perancis.

Dalam kunjungannya ke Paris (Jumat, 5/1), Erdogan yang menggelar konferensi pers bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron, tampak terganggu dengan pertanyaan salah seorang wartawan Perancis

Wartawan TV Perancis bernama Laurent Richard itu mengajukan pertanyaan kepada Erdogan tentang laporan surat kabar Cumhuriyet dari tahun 2015 bahwa intelijen Turki telah mengirim senjata ke Suriah.


Menjawab pertanyaan tersebut, Erdogan menuduh Laurent Richard berbicara seperti seorang Gulenis. Gulenis sendiri merujuk pada sebuah kelompok Islam yang dilarang karena kudeta yang gagal 2016 dan dipimpin oleh ulama yang diasingkan di Amerika Serikat, Fetullah Gulen.

"Bila Anda mengajukan pertanyaan Anda, berhati-hatilah dalam hal ini, dan jangan bicara dengan kata-kata yang lain," katanya seperti dimuat BBC.

Erdogan menambahkan bahwa kolumnis surat kabar sebagian bertanggung jawab untuk memelihara terorisme.

"Teror tidak terbentuk dengan sendirinya," kata Erdogan.

"Tukang kebun ini adalah orang-orang yang dipandang sebagai pemikir. Mereka mengairi di kolom mereka di surat kabar. Dan suatu hari, Anda temukan, orang-orang ini muncul sebagai teroris di depan Anda," sambungnya seperti dimuat Financial Times. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya