Berita

Foto/Net

Pembangunan SDM Harus Memperhatikan Pasar Kerja

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 22:11 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Tahun 2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberi perhatian khusus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Upaya Presiden ini merupakan langkah strategis Presiden dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Selama tiga tahun Presiden Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur yang menjadi pilar penting perkembangan dan pemerataan ekonomi sekaligus menyerap banyak tenaga kerja level menengah ke bawah.

Agar pembangunan infrastruktur mendatangkan manfaat bagi rakyat, maka angkatan kerja nasional harus ditingkatkan kualitas dan kompetensinya.
 

 
Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) Abdullah Umar Basalamah menanggapi pidato Presiden Jokowi pada Pembukaan Sidang Kabinet Paripurna, di Jakarta, Kamis (04/01).
 
Menurut pengusaha yang akrab disapa Ayub ini pentingnya pembangunan SDM harus mendasarkan pada potensi sumber daya alam nasional, pasar kerja nasional dan pasar kerja internasional.

Kata dia, mengolah sumber daya alam yang melimpah membutuhkan banyak SDM terampil agar mendatangkan nilai tambah bagi perekonomian rakyat dan pendapatan negera. Pemerintah harus menjadikan kebutuhan lapangan kerja nasional dan internasional sebagai dasar dari pembangunan SDM.

Mengalirnya investasi ke sini, kata dia, harus diimbangi dengan penyiapan tenaga kerja kompeten yang dibutuhkan oleh dunia industri.

"Pada poin inilah pentingnya keterlibatan dunia industri dalam investasi pelatihan kerja. Sehingga output dari pelatihan kerja benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri”, kata Ayub.
 
Apjati, tambah Ayub, juga meminta pemerintah untuk menjadikan pasar kerja Internasional sebagai salah satu target strategis penempatan tenaga kerja Indonesia. Selama ini terdapat kesan pasar kerja internasional hanya menjadi 'pilihan darurat' atas ketidaktersediaan lapangan kerja dalam negeri.
 
“Ke depan, saya berharap pasar kerja internasional menjadi pilihan strategis untuk direbut oleh SDM kita. Di sana, peluang kerja sangat banyak dan secara penghasilan bisa jauh lebih tinggi dari dalam negeri."

"Dengan pengelolaan yang baik, pasar kerja internasional akan menjadi solusi penting bagi masalah ketenagakerjaan kita. Dalam waktu dekat, Apjati akan mengajak mitra kami di luar negeri agar melakukan investasi pelatihan kerja di Indonesia”, terang Ayub.
 
Sebagaimana diberitakan, Presiden Jokowi menegaskan tahun 2018 ini pemerintah akan memberi perhatian lebih pada investasi pembangunan SDM. Angkatan kerja nasional yang mayoritas lulusan SD dan SMP harus diupgrade, diperbaiki, ditingkatkan kompetensinya melalui program pelatihan kerja, program pemagangan dan sertifikasi.
 
“Kita harus memperbaiki piramida kualifikasi tenaga kerja kita agar menjadi tenaga kerja yang terlatih dan terampil agar terserap semuanya ke dalam industri-industri kita”, tegas Jokowi, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (3/1). [dzk]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya