Berita

Edi Hasibuan/Net

Politik

Kapolri Tidak Bisa Tutup Mata Soal Dugaan Intervensi Terhadap Kader Demokrat

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 12:49 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan angkat bicara terkait dugaan intervensi Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Safarudin terhadap Walikota Samarinda Syahrie Jaang.

Safarudin diduga menggunakan pengaruhnya untuk mengkriminalisasi Syahrie Jaang terkait Pilkada Kaltim 2018.

Menurut Edi, anggota Polri harus proporsional dalam menjalankan tugasnya, terlebih Korps Bhayangkara itu tidak dibenarkan masuk dalam ranah politik untuk memaksakan kehendak dan kepentingan politiknya.


"Tidak boleh terkena kepentingan politik, dan menggunakan kekuasaanya untuk mempengaruhi orang, tidak bisa. Dia harus profesional," kata Edi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/1).

Menurutnya, Kapolri Pol. Jenderal Tito Karnavian tidak boleh menutup mata atau membiarkan soal dugaan ini dan Kapolri perlu menelusuri kebenaranya.

"Dan kita minta dan harapkan dari Bapak Kapolri, untuk melakukan pengecekan apakah memang demikian," ujar Edi.

Untuk itu ia menyarakan, sebaiknya para perwira tinggi Polri yang benar-benar maju dalam kontestasi Pilkada untuk segera mengundurkan diri, sehingga terbebas dari konflik kepentingan.

"Saya kira, kalau memang sudah pasti maju supaya mengundurkan diri dari Polri. Hal ini agar tidak menggangu tugas-tugasnya sebagai anggota Polri," pungkasnya.

Edi berharap agar semua calon termasuk perwira tinggi Polri agar menghormati hak politik orang lain dengan tidak memaksakan kehendak dan tidak menggunakan kekuasaannya.

Rabu kemarin (3/1), Syaharie diperiksa sebagai saksi oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) Bareskrim Mabes Polri atas tuduhan pemerasan dan pencucian uang yang menyeret terdakwa ketua Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB).

Sementara itu usai rapat mendadak pengurus DPP Partai Demokrat, tadi malam, disampaikan bahwa Syaharie dipaksa untuk menerima Kapolda Kalimantan Timur Irjen Safaruddin sebagai cawagubnya oleh partai tertentu. Namun, Jaang tidak menghendakinya lantaran ia sudah memiliki pasangan, yakni Rizal Effendi.

Buntut penolakan itu, menurut Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan, Syaharie dilaporkan ke Bareskrim Polri. Dua hari kemudian atau tanggal 27, Syahrie sudah mendapat panggilan pemeriksaan pada tanggal 29 Desember. Sedangkan, wakilnya Rizal dilaporkan dalam sebuah kasus yang kini ditangani di Polda Kaltim. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya