Berita

Sodik Mudjahid/Net

Politik

PPN Arab Saudi, Ujian Pertama Sinerji Kemenag Dan BPKH

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 08:57 WIB | LAPORAN:

Kebijakan pemerintah Arab Saudi menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) 5 persen mulai awal 2018 terhadap transaksi barang dan jasa tidak bisa dihindari.

Namun begitu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid mengatakan, dampak signifikan kebijakan PPN itu perlu diwaspadai bukan hanya angka 5 persen tapi multiplier efeknya, ditambah budaya pengusaha Arab Saudi dalam memanfaatkan peluang kenaikan.

"Pemerintah, dalam hal ini Kemenag dan BPKH harus bersinerji dan bekerja keras agar kebijaksanaan PPN tersebut tidak berdampak signifikan terhadap BPIH," kata Sodik dalam keterangannya, Kamis (4/1).


Menurut Sodik, ada beberapa langkah yang bisa ditindaklanjuti pemerintah terkait kebijakan Arab Saudi ini. Salah satunya meminta pemerintah Arab Saudi agar secara ketat mengawai kenaikan harga akibat PPN, terutama yang berkaitan produk dan jasa haji seperti sewa rumah, sewa kendaraan, properti, dan jasa katering.

Kemenag juga kata dia, perlu mengevaluasi struktur dan jenis pengeluaran BPIH selama ini.

"Misal rencana penambahan makan di Arab Saudi ditinjau ulang, menekan biaya di dalam negeri, memperbanyak pengangkutan oleh Garuda, meninjau besaran dan waktu pembagian living cost bagi jamaah, kepandaian negosiasi dan lain-lain," urainya.

Sinerji lebih produktif antara Kemenag dan BPKH juga penting dinilainya, dengan mulai dari kegiatan negosiasi sampai kontribusi dari investasi dana haji.

BPKH baru bekerja kurang dari satu tahun. Namun hingga akhir tahun 2017, dana haji belum diserahkan kepada BPKH dan masih ditangani Kemenag.

"DPR minta agar BPKH bisa bekerja maksimum yakni membantu Kemenag dalam proses negosiasi serta memberikan kontribusi maksimum dari investasi yang telah dilakukan," ujar legislator dari Fraksi Gerindra tersebut.

Kepada calon jamah haji diimbaunya tenang dan tawakal. Pihaknya akan terus memantau, mendorong dan meminta pemerintah berusaha maksimum melakukan berbagai usaha untuk menekan dampak kenaikan harga akibat PPN Arab Saudi.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya