Berita

Jokowi-Papua/net

Pertahanan

Politisi Senior PDIP Takut Jokowi Tidak Dihargai Rakyat Papua Lagi

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 04:11 WIB | LAPORAN:

Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Papua, Komarudin Watubun mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengambil langkah tegas atas terungkapnya kasus pengiriman peluru tajam yang dimasukkan ke dalam tujuh koli paket pengiriman lewat udara ke Papua beberapa waktu lalu.

Langkah tegas perlu diambil kedua pentolan TNI-Polri itu karena menurutnya bisa saja peluru tajam itu bakal digunakan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk menyulut konflik Pilkada di daerah.

"Jangan sampai rakyat menjadi korban sementara ada pihak-pihak lain yang menikmati bahkan bergembira dengan naik pangkat dan seterusnya," katanya dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (3/1).


Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa harusnya TNI-Polri dapat mengambil langkah hukum yang tegas dan cepat. Sebab alamat penerima paket sudah jelas tertera.

“Selama ini tidak ada yang bertanggung jawab,” sesalnya.

Pria yang disapa Bung Komar ini pun mengenang kembali saat kampanye bersama Presiden RI Joko Widodo di kota Jayapura pada tahun 2014 lalu. Saat Jokowi masih belum menjadi presiden ketika itu, dia telah mewanti-wanti Jokowi untuk membangun Papua dengan hati nurani.

"Karena Indonesia tanpa Papua bukan Indonesia. Saat itu saya sampaikan Bangun Papua dengan hati nurani jangan dengan janji-janji seperti pemimpin sebelumnya dan Jokowi menjawab dengan harta dan kekayaan di Papua akan menjadi milik rakyat Papua,” tegas Banteng Senayan ini.

Diyakininya bahwa Jokowi hingga saat ini masih ingat pesan itu. Buktinya, kata dia Jokowi sangat serius dalam membangun Papua. Namun keinginan tulus itu juga harus didukung oleh semua pihak.

Dia pun mengaku menyayangkan masih saja ada pihak yang berupaya menodai niat baik Jokowi dalam membangun Papua dengan gerakan-gerakan yang menurutnya sangat menyakiti hati rakyat Papua.

“Letupan-letupan kekacauan masih tetap ada dan masih tidak diantispasi oleh pimpinan TNI-Polri. Jika ini masih terjadi maka akan mengakibatkan keinginan Presiden Jokowi tidak dihargai oleh rakyat Papua. Jangan sampai ibarat panas setahun dihapus dengan hujan sehari," tekan orang dekat Megawati Soekarnoputri ini.

Paket peluru tajam itu ditemukan, Sabtu (20/12) lalu di X-Ray RA Cargo Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Paket kiriman kargo berupa peluru tajam itu akan dikirim dengan menggunakan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-798 tujuan Jayapura.

Peluru tajam itu dimasukkan ke dalam tujuh koli barang barang berisi obat obatan makanan, pakaian dan mainan. Sementara ini peluru tajam yang sudah ditemukan sebanyak 97 butir. Dari data yang ada penerima peluru tersebut bernama Kartini/Mama Taufik di Jayapura, Papua. [san]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya