Berita

Foto/Net

Politik

PILPRES 2019

Mayoritas Publik Ingin Prabowo Cawapresnya Jokowi

SELASA, 02 JANUARI 2018 | 21:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Saiful Mujani Reserch and Consulting (SMRC) melakukan survei terkait Pilpres 2019. Hasilnya tak sedikit publik yang menginginkan Jokowi berpasangan dengan Prabowo Subianto. Jokowi capres, Prabowo cawapres.  

"Sekitar 66,9 persen responden setuju dengan kombinasi pasangan Jokowi-Prabowo sebagai capres dan cawapres," ujar Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan dalam rilis, Selasa (2/1).

Survei dilakukan tanggal 7-13 Desember 2017. Populasi dari survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah punya hak pilih dalam pemilu. Responden dipilih secara random (multistage random sampling) dengan total 1220 orang.


Sebaliknya, dijelaskan Djayani, jika Prabowo menjadi capres dan Jokowi menjadi cawapresnya, responden yang memilih hanya 28,4 persen. Sedangkan presentase yang tidak setuju Jokowi berpasangan dengan Prabowo 4,7 persen.

"Dari segi elektabilitas Jokowi juga lebih besar (dibanding Prabowo). Jokowi dipilih responden sebesar 38,9 persen. Kalau Prabowo hanya 10,5 persen," lanjut dia.

Hasil survei juga memotret tiga tokoh dengan elektabilitas di bawah Jokowi dan Prabowo. Namun perbandingan tingkat elektabilitas mereka sangat jauh, yakni di bawah 10 persen.

‎"Urutan ketiga Susilo Bambang Yudhoyono (1,4 persen), Gatot Nurmantyo (0,8) persen, Anies Baswedan (0,5 persen)," demikian Djayadi.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya