Berita

Bentrok di venezuela/BBC

Dunia

Tentara Penembak Wanita Hamil Di Tengah Demo Daging Babi Ditangkap

SELASA, 02 JANUARI 2018 | 07:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang tentara Venezuela yang menembak mati seorang wanita hamil pada malam Natal akhirnya ditangkap.

Wanita hamil yang tewas tersebut diketahui bernama Alexandra Conopoi berusia 18 tahun. Dia tewas saat tengah menunggu daging babi bersubsidi yang telah dijanjikan pemerintah kepada jutaan orang untuk makan malam Natal tradisional.

Namun karena kurangnya pasokan daging babi bersubsidi, terjadi bentrok dan tentara segera melepaskan tembakan ke sekolompok pemrotes yang menyerang unit tentara di Caracas. Namun salah satunya mengenai Conopoi.


Setelah diselidiki lebih lanjut, tentara yang menembak wanita tersebut diketahui bernama David José Rebolledo Cortez dan telah diamankan.

Pada saat bentrok terjadi, Presiden Nicolás Maduro menuduh negara-negara asing memblokir ekspor makanan agar menimbulkan ketidakpuasan. Dalam pidato di televisi nasional, Maduro menuduh Portugal memimpin boikot terhadap Venezuela untuk mengguncang pemerintahannya.

Namun Menteri Luar Negeri Portugal Augusto Santos Silva membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa perusahaan swasta bertanggung jawab atas ekspor dalam ekonomi pasar.

Sedangkan perusahaan yang bias amenjual daging babi ke Venezuela, Raporal, mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui tentang kemungkinan sabotase. Namun mereka mengatakan bahwa pemerintah Venezuela masih berhutang 40 juta euro dari pengiriman daging babi yang dilakukan pada 2016. Demikian dimuat BBC. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya