Berita

Politik

Cetak 74,3 Juta Kader Bela Negara, Staf Ahli Menhan Asal Jeplak

SENIN, 01 JANUARI 2018 | 18:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Keberhasilan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam menjalankan program bela negara dipertanyakan. Pernyataan Staf Ahli Bidang Ekonomi Menteri Pertahanan Bondan Tiara bahwa telah berhasil mencetak 74,3 juta Kader Bela Negara (KBN) selama tiga tahun pemerintahan dinilai mengada-ada.

"Ini jumlah data darimana? Jangan asal jeplak aja," kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi (HMI Badko) Jabodetabeka-Banten Maizal Alfian dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (1/1).

Maizal mengatakan jika saja seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dilatih belanegara, maka angkanya tidak sampai sebanyak itu. Ditambah dengan pemerintah melatih seluruh organisasi masyarakat (ormas) yang berbadan hukum.


"Tidak logis kan, kalau pun pemerintah melatih Ormas. Ormas yang mana saja dan berapa jumlahnya?" ucap Maizal.

Mantan Presidium BEM Nusantara ini melanjutkan, seandainya pemerintah melatih kader bela negara di masing-masing Provinsi yang setiap bulannya ada 10 ribu orang selama tiga tahun, maka jumlahnya hanya tembus 12 juta orang.

"Kalau kita hitung secara matematika 10 ribu orang kali 34 provinsi dikali 12 bulan kali 3 tahun, maka jumlah kader bela negara yang dilatih sebanyak 12,240,000 orang. Itu Baru berapa? Sisanya mana lagi?" kata mahasiswa Prodi Adiministrasi Publik Pasca Sarjana di salah satu Perguruan Tinggi Swasta Jakarta ini.

Ia juga menyoroti soal anggaran pemerintah khususnya Kemenhan untuk melatih 74,3 juta KBN selama 3 tahun pemerintahan.

Bila biaya terendah per peserta diklat sebesar 1 juta maka anggaran yang dihabiskan 74,3 triliun. Anggaran Kemenhan sendiri dalam APBN kira-kira hanya berkisar 114 triliun per tahun. Jika diurai 74,3 triliun dibagi 3 tahun, berarti 24,76 triliun yang dihabiskan pertahun. Artinya hanya untuk diklat KBN, Kemenhan menganggarkan hingga 21% dari total APBN-nya.

"Apa iya anggaran Kemenhan dalam menjalankan program bela negara memang sebanyak itu?" tukasnya.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya