Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kebijakan Mencabut Subsidi Benih Padi Tak Berpihak Ke Petani

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 22:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo Soekartono menilai kebijakan pemerintah menghapus subsidi benih padi tidak berpihak kepada petani. Kebijakan tersebut akan membuat gairah petani semakin menciut.

"Saya geram dengan kebijakan yang tidak berpihak kepada petani. Kita mengharapkan tidak hanya subsidi pupuk saja yang diberikan, melainkan subsidi benih juga harus diberikan sehingga bisa sinkron," kata dia saat mengunjungi BUMN PT. Pertani, Sabtu (30/12).

Kebijakan penghapusan subsidi benih padi senilai Rp 1,3 triliun per tahun akan diberlakukan mulai 2018. Dampaknya, harga benih padi yang selama ini hanya Rp 2.500 per kg akan menjadi Rp 11.000 per kg.


Menurut Bambang, harga tersebut akan jauh lebih tinggi jika musim tanam tiba. Permintaan tinggi sementara mekanisme pasar bebas berlaku untuk benih. Dikhawatirkan saat benih padi unggulan menjadi mahal, petani menjadi malas untuk menanam padi.

"Dampaknya, area tanam padi menyusut dan pasokan beras pun akan merosot tajam. Sehingga percuma subsidi pupuk hingga puluhan triliun jika area tanam padinya berkurang tentu pupuk subsidi juga tidak terserap," katanya.

Ketakutan lainnya, beber dia, saat benih bersertifikat menjadi mahal, petani lebih memilih benih mereka sendiri atau membeli dari petani lainnya yang tentu keunggulannya pun tidak terukur. Jika terus berlangsung, bukan tidak mungkin benih yang beredar di petani justru benih yang kualitas rendah dengan rendemen atau hasil produksi yang tidak maksimal pula tentunya.

Karena, pupuk dan benih sangat dibutuhkan petani. Tetapi, dengan kebijakan yang semena-mena tersebut, justru tidak membuat petani makmur.

"Pemerintah harusnya ada untuk petani, tapi kok malah tambah menekan petani. Kalau begini bukannya swasembada pangan, Indonesia bisa akan semakin jatuh lagi. Seperti perekonomian saat ini yang semakin terkulai akibat salah kebijakan," tegasnya

Tidak lupa, Bambang juga menagih janji Menteri Pertanian yang memastikan pihaknya tidak akan impor beras lagi, tetapi justru akan mengupayakan ekspor beras. Dengan harapan produksi beras dalam negeri terus meningkat.

"Namun jika kebijakannya saja sudah tidak berpihak, bagaimana bisa janji itu terwujud," pungkasnya.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya