Berita

Bisnis

Saat Gus Dur Presiden, Ekonomi Naik Hutang Berkurang

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 18:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Delapan tahun setelah wafat, sosok Abdurrahman Wahid alias Gus Dur masih melekat di benak masyarakat Indonesia. Gus Dur diantaranya dikenang karena pencapaian ekonomi nasional ketika Gus Dur menjabat Presiden ke keempat RI.

Mantan Menko Ekuin pada era Gus Dur, Rizal Ramli, mengatakan di masa pemerintahan Gus Dur satu-satunya yang bisa menaikkan ekonomi sekaligus hutang berkurang.

"Saat itu beras dan pangan stabil. Daya beli masyarakat juga stabil. Padahal negara dalam kondisi krisis," kata Rizal saat memberikan testimoni di acara haul ke-8 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (28/12).


Rahasianya, Rizal menerangkan, gaji PNS dinaikan dua kali selama 21 bulan. Gaji PNS golongan terendah dinaikan secara sangat signifikan mencapai 270,4%.

"Seperti kita tahu, PNS merupakan golongan masyarakat dengan gaji standard. Namun memiliki daya beli tinggi. Di situ kita naikkan gaji mereka sehingga daya beli PNS ikut naik. Dengan begitu ekonomi pun tumbuh," imbuhnya.

Tidak hanya itu, kata Rizal, pemerintahan Gus Dur juga berhasil menyelamatkan PLN dari kehancuran yang merupakan warisan Orde Baru.

Pada era pemerintahan Soeharto, untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan tenaga listrik, pemerintahan Soeharto mengundang sektor swasta masuk ke bisnis pembangkit listrik. Produksi listriknya kemudian dijual kepada PLN. Paling tidak, saat itu terdapat 27 proyek listrik swasta, yang didirikan oleh perusahaan listrik dari negara-negara industri maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Jerman. Mereka menggandeng keluarga dan kroni Soeharto untuk mendirikan perusahaan listrik swasta itu.

Rizal mengatakan, jika utang pemerintah ditambah kewajiban kepada perusahaan listrik swasta, secara teknis Indonesia sudah bangkrut. Situasi rakyat memang kelihatan tenang-tenang saja karena rakyat sama sekali tak tahu 'isi terdalam' dari setiap problem yang dihadapi oleh negara. Dan problem PLN ketika itu sangat gawat, dan harus dihadapi oleh Rizal Ramli.

"Asing memang brengsek. Mereka deal dengan keluarga Soeharto. Mereka patgulipat dengan diktator. Rakyat dicharge tinggi. Ya, ini belum pernah terjadi sebelumnya, pemerintahan Gus Dur menyelamatkan BUMN tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Saat itu saya meminta pendapat Gus Dur, beliau bilang 'terserah kamu saja'. Itu kalau presidennya bukan Gus Dur pasti hasilnya lain. Kalau presiden lain pasti penuh pertimbangan. Minta pendapat sana sini. Tetapi Gus Dur langsung bertindak tegas," tutur Rizal.

Lantas Rizal melakukan revaluasi aset. Dengan program ini aset PLN melambung dari Rp 52 triliun menjadi Rp 202 triliun. Sedangkan modalnya yang semula minus Rp 9,1 triliun, naik pesat menjadi Rp 119,4 Triliun. PLN pun akhirnya sudah bankable.

Rizal mengaku puas karena berhasil menyelamatkan PLN dari kebangkrutan. Yang lebih penting lagi, negara terbebas dari tambahan beban utang yang besar. Begitulah pemerintahan Gus Dur.

"Masyarakat, terutama rakyat kecil, juga terhindar dari kemungkinan membayar tarif listrik yang jauh lebih mahal seandainya harga listrik swasta tidak bisa diturunkan," imbuhnya.

Dikatakan Rizal, di negeri ini Allah hanya memberi dua pemimpin hebat, yakni Bung Karno dan Gus Dur.

"Ya, pemimpin hebat Indonesia, Allah cuma kasih dua saja. Tapi mudah-mudahan Allah memberi kita pemimpin yang amanah, hebat, memakmurkan bangsa, dan kembali disegani dunia," pungkas Rizal.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya