Berita

S-400 Milik Rusia/Reuters

Dunia

Turki Sepakat Beli Rudal S-400 Rusia, NATO Khawatir

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 10:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Turki dan Rusia pada hari Jumat (29/12) menandatangani sebuah kesepakatan untuk Moskow untuk memasok Ankara dengan baterai rudal permukaan ke udara jenis S-400.

Kesepakatan ini dilaporkan bernilai sekitar 2,5 miliar dolar AS. Kesepakatan ini mengkhawatirkan Barat karena sistem tersebut tidak dapat diintegrasikan ke dalam arsitektur militer NATO.

Sebagai bagian dari janji pertahanan kolektif NATO, sekutu mengintegrasikan kapal, pesawat dan sistem senjata mereka untuk membuat mereka bekerja sama, serta berbagi perintah di aliansi.


Kesepakatan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian langkah oleh Ankara untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya karena menghadapi ancaman dari militan Kurdi dan Islam di rumah dan konflik di perbatasannya di Suriah dan Irak.

Dalam sebuah pernyataan, Undersecretariat untuk Industri Pertahanan Turki (SSM) mengatakan bahwa Moskow akan memasok baterai rudal S-400 ke Ankara dalam pengiriman awal yang direncanakan untuk kuartal pertama tahun 2020.

Namun, SSM mengatakan bahwa Turki akan membeli dua baterai S-400 dari Rusia berdasarkan kesepakatan tersebut, dengan satu menjadi opsional, dan menambahkan bahwa sistem tersebut akan digunakan dan dikelola secara independen oleh personil Turki, bukan penasihat Rusia.

Dalam keterangan yang sama dikatakan bahwa Angkatan Bersenjata Turki (TSK) akan memiliki kontrol penuh atas sistem tersebut, dan menambahkan bahwa kesepakatan yang ditandatangani pada hari Jumat sebelumnya mencakup klausul mengenai kerja sama untuk keuntungan teknologik dan pembangunan bersama. Demikian seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya