Berita

Aksi komika. (Ist)

Nusantara

Toleransi For Peace Ala Pemuda Bekasi

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 04:20 WIB | LAPORAN:

Komunitas Stand Up Indo Bekasi, menggelar acara open mic 'Kamis Tercyduk' yang bertema "Toleransi for Peace", di Cafe Stadion Ajah, Bekasi, Kamis Malam (29/12).

Pada acara tersebut, sejumlah komika berpendapat kehidupan bertoleransi di Indonesia belakangan ini mulai menurun.

"Sebenarnya kunci toleransi adalah berdamai dan menghormati diri sendiri," kata komika Barry dalam siaran pers yang diterima redaksi.


"Kalau kita sudah bisa menghormati diri sendiri, niscaya kita juga akan menghormati dan menghargai orang lain. Dengan menghormati diri sendiri dan orang lain, kita tidak punya waktu mencari kejelekan orang lain," tambah Barry.

Banyak faktor yang menyebabkan menurunnya rasa toleransi di masyarakat, salah satunya adalah seringnya pelanggaran hak pribadi orang lain di sosial media, lewat berita hoax atau berita palsu.

Soal itu, komika Ipin menilai, perkembangan teknologi komunikasi yang didukung peningkatan pemakaian gagdet canggih di masyarakat, telah membuka peluang beredarnya berita-berita hoax di sosial media terutama berita hoax ttg masalah keagamaan.

Saat ini sering ditemukan berita hoax atau palsu yg memberitakan seolah olah umat suatu agama di Indonesia telah berupaya menekan umat beragama lainnya.

Padahal kenyataannya di Indonesia, antarumat beragama telah hidup berdampingan secara damai selama puluhan tahun.

Selain itu perilaku netizen yang kadang berlebihan dlm menanggapi berita di sosial media, meskipun ternyata setelah diketahui belakangan ternyata berita tersebut adalah hoax.

"Gara-gara banyak netizen yang lebay, kedamaian hidup antarumat beragama jadi terganggu," kata komika Ipin.

Adapun Komika Wawan menilai bangsa Indonesia saat ini perlu mencontoh kembali perilaku toleransi yang pernah ditunjukkan oleh para leluhur bangsa, yang sudah mempraktikkan toleransi selama ratusan tahun, termasuk toleransi antar umat beragama.

Indonesia saat ini sesungguhnya punya contoh terbaik dalam hal hidup bertoleransi, yang ada dalam diri Presiden Jokowi.

Beliau dalam mengelola pemerintahan, lebih mengutamakan kinerja seseorang dalam bekerja, tidak dibatasi oleh adanya dikotomi agama, ras, atau etnis tertentu.

Bagi Jokowi, kata komika Wawan, siapapun warga yg bekerja dgn baik demi kesejahteraan masyarakat, maka beliau akan memberikan apresiasi yang tinggi.

"Ini bukti bahwa bapak Jokowi sangat menjunjung tinggi rasa toleransi," tambah komika Wawan.

Sedangkan Komika Samo menuturkan agar masyarakat Indonesia dapat kembali hidup damai, maka rasa toleransi antar masyarakat harus daikembangkan kembali.

Tidak hanya toleransi antat umat beragama, tetapi juga toleransi sosial dan kemanusiaan juga perlu di dorong kembali.

"Sesungguhnya rasa toleransi adalah pondasi yang telah mempersatukan bangsa Indonesia selama puluhan tahun, dan harus dipertahankan sampai kapanpun. Sehingga bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa yg kuat, yg tidak mudah digoyahkan oleh pengaruh dari manapun," kata komika Samo. [tsr]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya