Berita

Ilustrasi anggaran Polri. (Net)

Pertahanan

Lemkapi: Polri Mesti Tambah Anggaran Reserse Demi Kinerja Yang Lebih Baik

SABTU, 30 DESEMBER 2017 | 02:23 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan meminta agar Polri lebih menata anggarannya. Sehingga, dengan penataan anggaran yang rasional dapat membuat polri semakin profesional.

"Kami sarankan kepada Pak Kapolri, agar anggarannya ditata lebih rasional untuk hindari penyimpangan. Hasil penelitian kami selama ini baru 45 persen yang tertata dengan baik," kata Edi di depan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat paparan akhir tahun di Rupatama Mabes Polri, Jumat (29/12).

Salah satunya, terkait anggaran di bidang reserse. Pasalnya, Edi menambahkan, bidang reserse kerap mendapat keluhan dari masyarakat. Khususnya, terkait penindakan suatu kasus.


"Akibatnya, penyidik di bawah bisa kocar-kacir tujuh keliling saat tangani kasus. Ini demi meningkatan profesionalisme polri," tuturnya.

Mantan Komisioner Kompolnas itu juga menyoroti kinerja direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polri dan jajarannya. Menurut Edi, anggaran Ditlantas Polri juga perlu ditingkatkan.
Selain itu remunerasinya bisa dipercepat untuk menjawab keluhan publik. Hal itu guna meningkatkan kinerja polantas agar semakin profesional di lapangan.

Semua masukan ini, lanjutnya, merupakan masukan masyarakat melalui survei yang dilakukan para akademisi Lemkapi.

Hasilnya, 68,5 persen masyarakat sangat puas dengan kebijakan keamanan pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK). Ujung tombak keamanan yang merupakan tanggungjawab Polri.

Alasan masyarakat percaya karena melihat sosok Kapolri yang bagus dan sinergitas dan  koordiansi Polri dan TNI di bawah Presiden Joko Widodo sangat baik. Ini membuat masyarakat nyaman.

Survei dilakukan terhadap seribu responden yang diukur menggunakan metode Stratified Multistage Random (SMR), dengan tingkat kepercayaan 96 persen dan margin of error 3,5 persen.    
 
Namun, ada 21,6 persen publik mengaku kurang puas terhadap kebijakan keamanan. Sedangkan 9,9 persen lainnya tidak memberikan pendapat apapun.

Alasan publik memberikan pendapat belum puas karena masih ada kasus-kasus yang belum terselesaikan.

Seperti kematian mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna, penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan sejumlah kasus lainnya.

Edi menilai Kasus yang menjadi utang polri sangat bisa  mempengaruhi persepsi masyarakat. Dia yakin di bawah Kapolri Tito, Polri akan semakin baik dan semakin profesional pada masa mendatang.

"Kami minta dukungan masyarakat agar terus membantu Polri agar kasus ini cepat tuntas dan Polri semakin dicintai masyarakat," tandasnya. [tsr]
 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya