Berita

Foto/Net

Pertahanan

Bawa Ganja 800 Gram, Pemuda Asal Papua Nugini Ditangkap Di Perbatasan

JUMAT, 29 DESEMBER 2017 | 07:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jelang tahun baru, Pasar Skouw yang terletak di perbatasan Papua dan Papua Nugini ramai pengunjung. Para pengunjung yang berbelanja tidak hanya datang dari warga sekitar, tapi juga dari warga Papua Nugini.

Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan jelang Tahun Baru 2018 Prajurit Satgas Yonif PR 432 Kostrad mengadakan sweeping di depan Pos Kotis, Kamis (28/12). Tujuannya untuk memeriksa barang bawaan warga Papua Nugini yang datang ke Pasar Skouw. Anak muda laki laki menjadi prioritas dalam pemerinksaan ini.

Hasilnya, Satgas di Pos Kotis berhasil menangkap seorang pemuda yang membawa ganja dalam kantong plastik hitam yang dilakban.


Pemuda itu sempat kabur melarikan diri menuju pintu gerbang perbatasan lantaran gerak-geriknya diketahui. Beruntung, sigap Pratu Fredi Koraag mengejar dan berhasil menangkapnya.

Ketika tertangkap pemuda itu sempat berusaha menyuap petugas Satgas supaya bisa dilepaskan, tetapi anggota tidak tergoda suap yang ditawarkan dan langsung membawanya ke Poskotis bersama anggota Pospol.

Pemuda yang kemudian diketahui bernama Ruben Wela itu tertangkap tangan membawa ganja seberat 800 gram yang terbungkus dalam 18 paket.

Sebagaimana keterangan yang didapat dari Penerangan Kodam (Pendam) XVII/Cenderawasih, Jumat (29/12), barang bukti lain yang diamankan dari pemudia berusia 21 tahun itu antara lain 1 buah HP Asus, 1 buah dompet, uang tunai sebesar 2.270 kina, 1 buah tas loren, 1 buah korek gas, 1 buah kabel data, 1 buah kartu identitas, dan 1 buah minyak angin.

Berdasarkan hasil penyidikan, ganja itu rencananya akan dijual kepada Barjo yang beralamatkan di daerah Hamadi. Kemungkinan besar Barjo sering dipasok ganja dari Papua Nugini. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya